CEPAT DAN GRATIS: Sejumlah tenaga keperawatan tengah menunggu pelayanan perizinan di organisasi profesi yang menaunginya sebelum diajukan ke Pemkot Semarang. (Ist)
CEPAT DAN GRATIS: Sejumlah tenaga keperawatan tengah menunggu pelayanan perizinan di organisasi profesi yang menaunginya sebelum diajukan ke Pemkot Semarang. (Ist)

SEMARANG – Pemkot melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menggelar pelayanan perizinan tenaga kesehatan dengan mendekatkan langsung ke masyarakat. Kali ini dilaksanakan di lobi utama RS Telogorejo Semarang.

Pelayanan yang diberikan semuanya sudah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kesehatan (Sinakes) Online, sehingga pemohon tidak perlu menunggu waktu lama. Selain itu sistem online ini juga mengurangi penggunaan kertas sehingga lebih ramah lingkungan.

Melalui Sinakes ini, layanan perizinan untuk tenaga kesehatan yang sebelumnya bisa memakan waktu 10 hari kerja hingga satu bulan, bisa dilakukan hanya dalam waktu 18 jam. Kepala DPM-PTSP Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan, pelayanan simpati ini untuk mendekatkan ke masyarakat.

”Kita istilahnya jemput bola, langsung ke RS yang menjadi pusat kegiatan para tenaga kesehatan, dengan harapan para pemohon bisa langsung mengajukan,” ujar Ulfi Imran Basuki.

Dia menegaskan Sinakes ini sebagai langkah penyederhanaan permohonan izin profesi dari tenaga kesehatan. ”Dengan Sinakes perizinan dapat dipangkas dan hanya butuh waktu 18 jam,” imbuhnya.

Aplikasi Sinakes terintegrasi dalam tiga kelembagaan yang menangani proses perizinan tenaga kesehatan seperti Organisasi Profesi, Dinas Kesehatan Kota Semarang dan DPM-PTSP Kota Semarang.

Tercatat ada sejumlah organisasi profesi yang hadir antara lain profesi keperawatan, bidan, ahli gizi, ahli farmasi, kesehatan lingkungan, apoteker, terapi wicara, okupasi terapi, fisioterapi, perekam medis dan informasi kesehatan. ”Organisasi profesi ini menyiapkan rekomendasi kalau tenaga ahli ini sudah memiliki kemampuan dan kredibilitas,” katanya.

Ulfi Imran Basuki menerangkan, mengenai alur, proses pengajuan perizinan untuk tenaga kesehatan dimulai dari pengajuan ke organisasi profesi yang diikuti. Kemudian diajukan secara online ke Dinas Kesehatan. Dari Dinas Kesehatan akan diverifikasi DPM-PTSP untuk kemudian diterbitkan izinan.

”Sebelum adanya sistem online setiap hari melayani 70 sampai 100 pemohon izin, sehingga berkas menumpuk cukup banyak. Dengan online sekarang tidak ada berkas dan juga waktu lebih cepat,” jelasnya. (zal/ce1)