Tanpa Karcis, Tarif Parkir Dikeluhkan

1948
PARKIR : Aktivitas juru parkir yang tak jarang memungut tarif parkir tidak sesuai Perda 1/2012 tentang Tarif Parkir di Tepi Jalan Umum dikeluhkan pengendara sepeda motor. (SYAMSUL FALAK/RATEG)
PARKIR : Aktivitas juru parkir yang tak jarang memungut tarif parkir tidak sesuai Perda 1/2012 tentang Tarif Parkir di Tepi Jalan Umum dikeluhkan pengendara sepeda motor. (SYAMSUL FALAK/RATEG)

TEGAL-Tersedianya kantong parkir di wilayah Kota Tegal belum mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. Terbukti semakin banyaknya masyarakat yang mengeluhkan tarif parkir sepeda motor di sejumlah titik kantong parkir, bahkan tanpa disertai karcis.

Seperti diungkapkan Ridwan, 32, warga Mangkukusuman yang mengaku kaget dengan pemberlakuan tarif parkir sepeda motor tanpa karcis di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Sebab, pada papan pengumuman yang terpasang di sejumlah titik terpampang jelas tarif parkir berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) 1/2012 tentang Tarif Parkir di Tepi Jalan Umum. Menurutnya, dalam papan pengumuman parkir sepeda motor dikenai tarif sebesar Rp 1000 dan Rp 2000 untuk kendaraan roda empat, jeep, mobil pribadi, dan angkot. “Anehnya, sering saya membayar dua ribu rupiah (untuk parkir sepeda motor-red) tapi tidak ada kembalian dari juru parkir,” jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara sepeda motor lainnya, Ardhi, 28, warga Kelurahan Kemandungan yang mengaku jengkel dengan ulah juru parkir di sejumlah kantong parkir resmi sepanjang Jalan Kartini. Menurutnya, selain perilaku juru parkir yang terkesan abai dalam menjaga parkir tak jarang biaya parkir juga tidak sesuai dengan jenis kendaraan. “Harusnya dipertegas, tarif parkir sepeda motor berapa mobil berapa jangan dipukul rata,” ujarnya.

Lebih lanjut Ardhi menuturkan, bukan masalah nominal uang yang menjadi persoalan tapi dia berharap ada tindakan tegas dari dinas terkait untuk menertibkan oknum juru parkir yang terkesan seenaknya. Sebab, jika tidak ditertibkan percuma saja diberlakukan kantong parkir dan pemasangan papan pemberitahuan tarif parkir karena tidak diberlakukan.

Berdasarkan pantauan koran ini, selain dua titik kantong parkir yang dikeluhkan masyarakat tersebut, tarif parkir saat salat Jum’at di sekitar kawasan Alun-alun Kota Tegal juga ikut dikeluhkan. Menurut informasi, untuk sekali parkir pengendara sepeda motor diminta tarif parkir Rp 3 ribu saat salat Jum’at dengan alasan untuk mengantisipasi helm yang hilang. Sedangkan, di sejumlah kantong parkir sepeda motor lainnya rata-rata juru parkir memungut Rp 2 ribu untuk sekali parkir. (syf/ela/jpg)