LAYANAN GRATIS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat melihat proses khitan gratis di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Minggu (7/5). (Tsalistati/Jawa Pos Radar Semarang)
LAYANAN GRATIS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat melihat proses khitan gratis di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Minggu (7/5). (Tsalistati/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro memberi pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Mulai dari pap smear, Metode Operasi Wanita (MOW) hingga khitanan masal, Minggu (7/5).

Ratusan anak dan ibu-ibu pun memanfaatkan bakti sosial dalam rangka peringatan HUT ke-470 Kota Semarang itu. Kegiatan berlangsung di Gedung Gatotkaca.

Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi RSUD dalam menyejahterakan masyarakat melalui upaya kesehatan. Para peserta berasal dari 16 kecamatan se-Kota Semarang.

Ada sekira 280 orang terdiri atas 100 peserta khitanan masal, 170 ibu rumah tangga peserta pap smear, dan 10 ibu yang menjalani MOW.

”Ini merupakan salah satu bagian CSR Pemkot Semarang yang dilakukan di rumah sakit sebagai bentuk bina lingkungan,” ujarnya.

Susi Herawati menambahkan, pap smear dipilih mengingat kondisi epidomolog. Dirinya meyakini masih banyak ibu yang belum tahu dan tersentuh untuk mengikuti pap smear. Menurutnya, sebagian besar kasus yang ditemui di Kota Semarang, para penderita kanker serviks atau mulut rahim datang ke rumah sakit dalam keadaan terlambat karena telah memasuki stadium 3 atau 4 sehingga menyebabkan kasus kematian wanita yang tinggi.

”Kalau sudah terlambat seperti itu kan susah sekali, memang ada perawatan dan pengobatan hingga ke luar negeri tapi alangkah baiknya kalau kita mengantisipasi sejak dini agar tidak berakibat fatal nantinya,” tandas Susi.

Tak hanya pap smear, lanjut Susi, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pihaknya juga melakukan bakti sosial operasi kontrasepsi MOW.

”Jadi KB kan bermacam-macam salah satunya dengan operasi MOW yakni dengan cara sel telur diikat agar di usia tak lagi produktif ibu-ibu ini tidak lagi hamil, sehingga menghindarkan risiko kematian ibu dan anak,” katanya.

Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan dihadiri oleh wakil wali kota dan mantan wakil wali kota, Mahfudz Ali.

Wali kota mengatakan, kegiatan bakti sosial ini sebagai bentuk darma bakti kepada sesama sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimiliki. Hal ini sebagai wujud semangat untuk berbagi dan memberikan yang terbaik untuk sesama dan lingkungan.

”Semangat seperti inilah yang terus kami dorong agar terwujud masyarakat Kota Semarang yang selalu sehat, sejahtera dan terselesaikan berbagai problem yang ada,” ungkap wali kota. (tsa/zal/ce1)