KOORDINASI: Komandan Kodim 0707 Letkol (Czi) Dwi Haryono (kiri) menunjukkan zona rawan bencana di hadapan forkompimda, SAR BPBD, dan relawan yang mengikuti gladi posko. (ZAIN ZAINUDIN/JP RADAR KEDU)
KOORDINASI: Komandan Kodim 0707 Letkol (Czi) Dwi Haryono (kiri) menunjukkan zona rawan bencana di hadapan forkompimda, SAR BPBD, dan relawan yang mengikuti gladi posko. (ZAIN ZAINUDIN/JP RADAR KEDU)

WONOSOBO—Kondisi geografis di Kabupaten Wonosobo yang sebagian besar merupakan wilayah dataran tinggi–terdiri atas perbukitan dan pegunungan serta memiliki curah hujan tinggi— sangat rawan bencana alam.

Bahkan, melihat sejarah kebencanaan daerah, hampir semua jenis bencana pernah terjadi di Wonosobo, kecuali tsunami. Sebut saja, tanah bergerak, longsor, banjir dan puting beliung.

“Alasan itulah yang mendasari digelarnya kegiatan latihan posko I penanggulangan bencana alam lintas jajaran,” terang Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Fajar Setyawan di sela peninjauan Gladi Posko yang dihelat Makodim 0707 Wonosobo, Senin (8/5). Kegiatan diikuti jajaran Forkompimda, BPBD, relawan dan SAR.

Selama tiga hari ke depan, Brigjen Fajar mengungkap, Gladi Posko I penanggulangan bencana bakal mengasah naluri para personel Kodim 0707 Wonosobo dalam menghadapi setiap situasi bencana. Untuk itu, Fajar menegaskan, jajarannya siap berkoordinasi dan bekerjasama dengan semua pihak terkait.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sumarno, mengapresiasi langkah TNI. “Kami jelas sangat apresiatif terhadap komitmen jajaran TNI, karena Wonosobo merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi dan memerlukan kesigapan banyak pihak.” (cr2/isk)