TAK LAYAK KONSUMSI: Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto (kanan) menunjukkan produk kedaluwarsa yang disita dari pedagang pasar tadisional. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK LAYAK KONSUMSI: Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto (kanan) menunjukkan produk kedaluwarsa yang disita dari pedagang pasar tadisional. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang tepergok menjual produk makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa alias tidak layak konsumsi. Para pedagang terjaring operasi petugas ketenteraman dan ketertiban (Trantib) Dinas Perdagangan Kota Semarang. Produk makanan kemasan tersebut langsung disita oleh petugas untuk dimusnahkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, produk tersebut ditemukan oleh tim operasi Trantib di sejumlah pasar tradisional. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan ada berbagai produk kedaluwarsa.

”Produk yang kedaluwarsa kebanyakan makanan kemasan. Produk kedaluwarsa itu langsung kami sita,” kata Fajar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (8/5).

Meski demikian, untuk kali ini, para pedagang yang tepergok menjual produk makanan kedaluwarsa ini tidak diberikan sanksi. Pedagang yang menjual produk berbahaya bagi kesehatan itu hanya diberikan teguran dan peringatan. ”Kami minta mereka membuat surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Fajar mengaku akan menindak tegas apabila ada pedagang yang dengan sengaja menjual produk makanan kedaluwarsa. Sebab, selain merugikan konsumen, juga membahayakan kesehatan konsumen. Dia menegaskan, tidak segan memberikan sanksi berupa pencabutan izin berdagang bagi para pedagang nakal yang nekat menjual produk makanan kedaluwarsa secara sengaja.

”Pertama kali mereka kami berikan teguran dan membuat surat pernyataan. Kalau mereka masih menjual lagi produk kedaluwarsa, akan kami cabut izin berdagangnya,” tegasnya.

Fajar meminta, para pedagang bersaing secara sehat dan tidak boleh curang. Apalagi menyambut datangnya momentum Ramadan dan Lebaran. ”Kami perintahkan petugas trantib pasar untuk melakukan pengecekan dan pemantauan setiap hari. Ini untuk mengantisipasi adanya pedagang nakal yang berupaya menjual produk tidak layak dikonsumsi,” terangnya.

Selain itu, Fajar mengimbau agar masyarakat teliti saat membeli produk makanan maupun barang. Setiap produk perlu dicek masa berlaku sesuai dengan yang tertera di kemasan. Apabila mendapati hal-hal mencurigakan dipersilakan melaporkan kepada petugas pasar.

”Apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran seperti ini sangat rentan ada spekulan yang berupaya bermain curang untuk mencari keuntungan besar. Termasuk spekulan yang menimbun barang hingga mengakibatkan naiknya harga barang-barang. Kapolri juga sudah menginstruksikan untuk melaporkan pihak-pihak yang sengaja menimbun barang,” katanya.

Karena itu, pihaknya juga akan melakukan pengecekan di gudang-gudang grosir yang dimungkinkan menimbun barang dagangan. ”Kami akan melaporkan pihak-pihak yang sengaja melakukan kecurangan kepada pihak kepolisian. Sebab kecurangan seperti itu sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Salah seorang pedagang, Susanto, 56, mengatakan, seringkali pedagang di pasar tradisional menyimpan produk makanan kemasan di kios karena sepi pembeli. Barang-barang tersebut tidak laku terjual, sehingga disimpan dalam waktu lama di kios.

”Biasanya, pedagangnya sendiri tidak menyadari kalau produk tersebut telah melewati masa kedaluwarsa. Mereka rata-rata tidak sengaja, ya karena saking lamanya tidak laku saja, sedangkan produk itu tidak dicek,” katanya. (amu/aro/ce1)