33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Jual Produk Kedaluwarsa Hanya Ditegur

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

SEMARANG – Sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang tepergok menjual produk makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa alias tidak layak konsumsi. Para pedagang terjaring operasi petugas ketenteraman dan ketertiban (Trantib) Dinas Perdagangan Kota Semarang. Produk makanan kemasan tersebut langsung disita oleh petugas untuk dimusnahkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, produk tersebut ditemukan oleh tim operasi Trantib di sejumlah pasar tradisional. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan ada berbagai produk kedaluwarsa.

”Produk yang kedaluwarsa kebanyakan makanan kemasan. Produk kedaluwarsa itu langsung kami sita,” kata Fajar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (8/5).

Meski demikian, untuk kali ini, para pedagang yang tepergok menjual produk makanan kedaluwarsa ini tidak diberikan sanksi. Pedagang yang menjual produk berbahaya bagi kesehatan itu hanya diberikan teguran dan peringatan. ”Kami minta mereka membuat surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Fajar mengaku akan menindak tegas apabila ada pedagang yang dengan sengaja menjual produk makanan kedaluwarsa. Sebab, selain merugikan konsumen, juga membahayakan kesehatan konsumen. Dia menegaskan, tidak segan memberikan sanksi berupa pencabutan izin berdagang bagi para pedagang nakal yang nekat menjual produk makanan kedaluwarsa secara sengaja.

”Pertama kali mereka kami berikan teguran dan membuat surat pernyataan. Kalau mereka masih menjual lagi produk kedaluwarsa, akan kami cabut izin berdagangnya,” tegasnya.

Fajar meminta, para pedagang bersaing secara sehat dan tidak boleh curang. Apalagi menyambut datangnya momentum Ramadan dan Lebaran. ”Kami perintahkan petugas trantib pasar untuk melakukan pengecekan dan pemantauan setiap hari. Ini untuk mengantisipasi adanya pedagang nakal yang berupaya menjual produk tidak layak dikonsumsi,” terangnya.

Selain itu, Fajar mengimbau agar masyarakat teliti saat membeli produk makanan maupun barang. Setiap produk perlu dicek masa berlaku sesuai dengan yang tertera di kemasan. Apabila mendapati hal-hal mencurigakan dipersilakan melaporkan kepada petugas pasar.

”Apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran seperti ini sangat rentan ada spekulan yang berupaya bermain curang untuk mencari keuntungan besar. Termasuk spekulan yang menimbun barang hingga mengakibatkan naiknya harga barang-barang. Kapolri juga sudah menginstruksikan untuk melaporkan pihak-pihak yang sengaja menimbun barang,” katanya.

Karena itu, pihaknya juga akan melakukan pengecekan di gudang-gudang grosir yang dimungkinkan menimbun barang dagangan. ”Kami akan melaporkan pihak-pihak yang sengaja melakukan kecurangan kepada pihak kepolisian. Sebab kecurangan seperti itu sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Salah seorang pedagang, Susanto, 56, mengatakan, seringkali pedagang di pasar tradisional menyimpan produk makanan kemasan di kios karena sepi pembeli. Barang-barang tersebut tidak laku terjual, sehingga disimpan dalam waktu lama di kios.

”Biasanya, pedagangnya sendiri tidak menyadari kalau produk tersebut telah melewati masa kedaluwarsa. Mereka rata-rata tidak sengaja, ya karena saking lamanya tidak laku saja, sedangkan produk itu tidak dicek,” katanya. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Stres, Pemuda Panjat Tiang Listrik

MAGELANG— Riski Galuh Prabowo, 19,  pemuda tanggung asal Paten Jurang RT 2 RW 15 Kelurahan Rejowinangun Utara, bikin repot sejumlah warga dan petugas PLN...

Satpol PP Dilengkapi Tameng dan Pentungan

WONOSOBO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Wonosobo dilengkapi baju dan peralatan antihuru-hara. Tujuannya, mengantisipasi jika ada gangguan sosial, maka dilibatkan dalam...

Tim Cyber Crime Pantau Medsos Paslon

"Khusus delik aduan harus ada laporan. Tapi kalau postingan ujaran kebencian langsung bisa kita proses," Kombes Lukas Akbar Abriari - Direskrimsus Polda Jateng RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tim cyber...

Hotel-Hotel Berlomba Gelar Acara Menarik

RADARSEMARANG.COM - PERAYAAN malam pergantian tahun menjadi berkah bagi pengelola hotel. Tak heran jika setiap hotel menggelar acara dan promo menarik untuk menggaet tamu...

7th Bali International Choir Festival 2018

RADARSEMARANG.COM, DENPASAR – Bandung Choral Society, kembali menyelenggarakan Bali International Choir Festival yang ketujuh selama lima hari mulai dari tanggal 24-28 Juli 2018. Tercatat sudah...

Pelaku Diduga Dua Orang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pelaku pembunuhan terhadap driver taksi online Grab Car, Deny Setiawan, warga Margorejo Timur RT 9 RW 5 Kelurahan Kemijen, Semarang Timur,...