Bisa Praktik Perawatan Luka Mandiri

Pelatihan Woundcare Akper Alkautsar Perdana

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

TEMANGGUNG- Akademi Keperawatan (Akper) Alkautsar Temanggung selama empat hari, sejak Selasa (2/5) hingga Jumat (5/5) menggelar pelatihan woundcare bagi mahasiswanya. Kegiatan dengan menghadirkan tim Wocare Center Bogor itu berlangsung di aula Kampus setempat.

Steering commite (SC) Pelatihan Woundcare Akper Alkautsar Parmilah melaporkan, kegiatan ini diikuti 42 mahasiswa tingkat III semester 6. Adapun, tujuan dari pelatihan woundcare ini adalah untuk memberikan bekal ilmu kepada calon lulusan dalam hal perawatan luka yang saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak muncul di masyarakat.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, kami berharap lulusan Akper Alkautsar akan siap melaksanakan wirausaha bidang keperawatan dan meningkatkan daya saing lulusan di bursa kerja global mendatang,” harap Parmilah.

Trainer Wocare Center Bogor, Vonny Nurmalya menuturkan, perawatan luka dengan cara modern ini bisa menekan angka amputasi di rumah sakit (RS). Selama ini tingkat amputasi masih tinggi karena belum semua tenaga medis, baik dokter, bidan maupun perawat, memiliki kompetensi ini. “Saya kira ilmu ini (perawatan luka modern) harus dimiliki semua tenaga medis di RS, puskesmas ataupun klinik,” ucapnya.

Vonny melanjutkan, dengan kompetensi ini, para mahasiswa nantinya bisa membuka praktik perawatan luka mandiri di rumahnya atau di kampungnya, tanpa harus bergantung menjadi PNS. “Saya berharap Akper Alkautsar bisa membuka klinik praktik perawatan luka di kampus. Klinik itu diharapkan bisa menjadi tempat magang mahasiswa, tempat penelitian dosen sekaligus untuk pengabdian masyarakat,” harapnya.

Devi Setia Kusuma, salah satu peserta pelatihan, mengaku senang mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Pasalnya, ini merupakan pelatihan woundcare kali pertama di kampusnya. “Ini merupakan kesempatan langka, tidak ditemukan di jam kuliah, pelatihan sangat menyenangkan. Semoga bisa menjadi nilai tambah untuk bekal saat lulus nantinya,” jelasnya. (san/sct/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -