Belum Ada Standar Tes, Sekolah Favorit Dilema

1131
SEKOLAH UNGGULAN: SD Al Madina yang banyak diminati calon siswa. (ZAIN ZAINUDIN/JP RADAR KEDU)
SEKOLAH UNGGULAN: SD Al Madina yang banyak diminati calon siswa. (ZAIN ZAINUDIN/JP RADAR KEDU)

WONOSOBO—Bagi SD favorit, bak makan buah simalakama saat datang masa pendaftaran siswa baru. Sebab, ketika SD favorit diserbu pendaftar (calon siswa baru), sisi lain kuota kelas terbatas. Kepala SD Al-Madina, Muhammad Arifin, menyampaikan, pihak sekolah tidak diperkenankan menolak siswa. “Aturan dari kementerian seperti itu. SD tidak diperbolehkan menolak siswa.”

Satu sisi, jika sekolah favorit habis kuota—namun pendaftar terus berdatangan selama waktu pendaftaran belum tutup—maka untuk menyatakan bahwa siswa A diterima tapi siswa B tidak diterima, juga belum ada aturan pasti.

Sisi lain, seleksi dalam bentuk ujian untuk melihat kompetensi siswa, tidak diperbolehkan. Juga belum memungkinkan. “Di PAUD juga tidak ada raport. Anak diminta nulis juga belum bisa. Nah, ini yang terkadang membingungkan. Standarnya apa juga susah,” kata Arifin.

Karenanya, khusus bagi SD Al-Madina, diberlakukan seleksi dengan model penjajakan menggunakan matrikulasi sederhana. Contoh, calon siswa diminta menghitung gambar, menjumlah gambar, ditanya soal ayah, dan kakek-nenek. Setiap pertanyaan memiliki skor yang telah ditentukan. Model semacam itu, diyakininya cukup untuk melihat kompetensi siswa. Sekaligus, sebagai jawaban yang bisa diterima pihak orang tua ketika putra-putrinya mereka belum bisa diterima di sekolah favorit.

“Kami tahu penjajakan seperti itu tidak bisa seratus persen menjamin bahwa yang skornya baik berarti cerdas yang skornya kurang berarti kurang cerdas. Tidak demikian. Cuma itu model yang paling memungkinkan dalam seleksi siswa SD,” ucap pria yang pernah menjadi kepala SD 1 Wonosobo itu.

Guru PAI SD Al-Madina yang duduk menemani kepala sekolah saat wawancara, Zaid Mudhofar, menambahkan, matrikulasi dimaksudkan untuk meneliti kemampuan dasar siswa. Misalnya, dengan menghitung buah dalam gambar, hewan dalam gambar dan sebagainya. Pertanyaan masih seputar matematika sederhana. Juga dijajaki pemahaman ilmu sosial siswa. Seperti pemahaman terhadap orang orang di sekeliling siswa. “Makanya pertanyaan nama bapak, nama ibu, jadi penting untuk mengetahui pemahaman sosial siswa.” (cr2/isk)