33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Belum Ada Standar Tes, Sekolah Favorit Dilema

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO—Bagi SD favorit, bak makan buah simalakama saat datang masa pendaftaran siswa baru. Sebab, ketika SD favorit diserbu pendaftar (calon siswa baru), sisi lain kuota kelas terbatas. Kepala SD Al-Madina, Muhammad Arifin, menyampaikan, pihak sekolah tidak diperkenankan menolak siswa. “Aturan dari kementerian seperti itu. SD tidak diperbolehkan menolak siswa.”

Satu sisi, jika sekolah favorit habis kuota—namun pendaftar terus berdatangan selama waktu pendaftaran belum tutup—maka untuk menyatakan bahwa siswa A diterima tapi siswa B tidak diterima, juga belum ada aturan pasti.

Sisi lain, seleksi dalam bentuk ujian untuk melihat kompetensi siswa, tidak diperbolehkan. Juga belum memungkinkan. “Di PAUD juga tidak ada raport. Anak diminta nulis juga belum bisa. Nah, ini yang terkadang membingungkan. Standarnya apa juga susah,” kata Arifin.

Karenanya, khusus bagi SD Al-Madina, diberlakukan seleksi dengan model penjajakan menggunakan matrikulasi sederhana. Contoh, calon siswa diminta menghitung gambar, menjumlah gambar, ditanya soal ayah, dan kakek-nenek. Setiap pertanyaan memiliki skor yang telah ditentukan. Model semacam itu, diyakininya cukup untuk melihat kompetensi siswa. Sekaligus, sebagai jawaban yang bisa diterima pihak orang tua ketika putra-putrinya mereka belum bisa diterima di sekolah favorit.

“Kami tahu penjajakan seperti itu tidak bisa seratus persen menjamin bahwa yang skornya baik berarti cerdas yang skornya kurang berarti kurang cerdas. Tidak demikian. Cuma itu model yang paling memungkinkan dalam seleksi siswa SD,” ucap pria yang pernah menjadi kepala SD 1 Wonosobo itu.

Guru PAI SD Al-Madina yang duduk menemani kepala sekolah saat wawancara, Zaid Mudhofar, menambahkan, matrikulasi dimaksudkan untuk meneliti kemampuan dasar siswa. Misalnya, dengan menghitung buah dalam gambar, hewan dalam gambar dan sebagainya. Pertanyaan masih seputar matematika sederhana. Juga dijajaki pemahaman ilmu sosial siswa. Seperti pemahaman terhadap orang orang di sekeliling siswa. “Makanya pertanyaan nama bapak, nama ibu, jadi penting untuk mengetahui pemahaman sosial siswa.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tingkatkan Kesigapan KSB

SEMARANG- Menghadapi musim penghujan dan melatih kesigapan dalam menangani bencana, sejumlah kelompok siaga bencana menggelar latihan penyelamatan di Waduk Jatibarang, belum lama ini. Ketua Flood...

Siapkan Rekayasa Lalin

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Satlantas Polres Magelang Kota bersama Dinas Perhubungan Kota Magelang telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas selama masa arus mudik Lebaran 2018. Ini dilakukan...

Pengawasan TKA Diambil Alih Pemprov

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Semarang saat ini sudah dilimpahkan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng. Saat...

Ketika Bayu Ahmad Kembangkan Bisnis Carica

Menuju sukses, tidak mudah bagi pelaku usaha. Butuh keberanian, keuletan, dan segudang inovasi produk. Itu saja tidak cukup. Itulah yang dilakoni Bayu Ahmad, owner...

Siswa Bina Utama Ramaikan Karnaval

KENDAL - Menyambut peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November, SMK Bina Utama menggelar karnaval. Yakni karnaval bertajuk Semangat Pahlawan Memperkuat Kebhinekaan dan Mempetahanan NKRI. Karnaval...

Seni Mengajar dengan Mengenali Konteks Siswa

RADARSEMARANG.COM - “SAYA suka ibu Puji, karena dia menerangkan sesuatu materi dengan jelas. Ketika saya mendapatkan kesulitan ia selalu membantu untuk menemukan jalan keluar....