Ribuan Pencinta Motor CB Bertemu

703
PEMENANG: Wawan Nugroho menyerahkan tropy trofi ke salah satu pemenang CB Contest.
PEMENANG: Wawan Nugroho menyerahkan tropy trofi ke salah satu pemenang CB Contest.

WONOSOBO – Jambore daerah CB Jateng ke-6 di lapangan Tanjungsari, Sapuran, akhir pekan lalu, menjadi jambore daerah paling ramai sepanjang sejarah Jambore CB Jateng. Sebab, even yang terselenggara sehari penuh ini, diikuti lebih dari 30 ribu pencinta motor CB.

Pesertanya tidak hanya dari Jateng. Tapi juga dari luar Jawa Tengah. “Alhamdulillah, sedulur CB bisa kumpul di sini. Luar Jateng juga ikut, seperti sedulur CB Riau, Palembang, Bengkulu, Bali, dan paling jauh Kalimantan. Jambore kali ini bisa dibilang jambore paling ramai,” kata Ketua Paguyuban CB Wonosobo, Dwi Sujarwo.

Ia menyebut, jambore daerah yang terselenggara di Wonosobo, merupakan jambore ke-6. Sebelumnya, Slawi (Tegal), Wonogiri, Pati, Klaten, Cilacap, dan Wonosobo. “Saya pikir kenapa d isini (Wonosobo) paling ramai, karena tempatnya strategis. Berada di tengahnya Jateng,” katanya.

Dikatakan, hadirnya sedulur CB mampu memberi dampak positif terhadap ekonomi dan promosi wisata kabupaten. Buktinya, usai serangkaian acara, sedulur CB menikmati keindahan Dieng. “Saya berharap ada even-even besar di Wonosobo. Baik itu dari klub motor atau even lain yang positif.”

Ketua Paguyuban CB Jateng, Wawan Nugroho, menyampaikan, even jambore dikemas dengan nuansa sosial dan kemanusian. Karenanya, jambore kali ini sekaligus sebagai ajang menggalang dana untuk musibah banjir di Grabag, Magelang. Juga menyantuni anak-anak yatim sekitar. “Dari galang dana tadi, terkumpul kurang lebih Rp 35 juta.”

Jambore, kata dia, dimaksudkan agar antar-klub CB se-Jateng bisa saling bertemu, tukar ilmu, dan saling mengingatkan agar masing-masing pencinta motor untuk tetap menjaga citra baik. (cr2/isk)