SEMARANG–DPRD Jateng mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL). Dampak dari kenaikan TDL ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, baik untuk golongan 900 Volt Ampere (VA) maupun 12 golongan lainnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso mengatakan, kenaikan TDL menambahkan tingkat inflasi. Pada tahun 2015, tarif listrik menyumbang 4,48 persen terhadap total inflasi 2015 sebesar 3,35 persen. Sedangkan pada tahun 2016, kontribusi tarif listrik terhadap inflasi 3,02 persen turun menjadi 1,99 persen. “Dengan kenaikan TDL mencapai 143 persen bagi golongan 900 VA, dorongan kenaikan inflasi akan lebih besar lagi,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, selain itu, dampak lain adalah apabila penyesuaian TDL juga menyasar pelanggan UMKM, biaya produksi UMKM pun akan meningkat. Efek lanjutannya, kenaikan biaya produksi UMKM akan ditanggung konsumen. “Lebih buruk lagi, daya saing UMKM akan semakin tertekan dengan produk-produk impor yang harganya relatif lebih murah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 28 tahun 2016 mengesahkan pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan berdaya 900 Volt Ampere (VA). Secara spesifik, kebijakan pencabutan subsidi tersebut akan berdampak pada 18,94 juta rumah tangga pelanggan listrik 900 VA. Dari pelanggan 900 VA yang sebelumnya berjumlah 23,04 juta rumah tangga, 82,2 persen (18,94 juta) dari jumlah tersebut tidak lagi menerima subsidi listrik. Untuk penentuan jumlah rumah tangga pelanggan 900 VA yang dianggap mampu didasarkan pada riset dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Kenaikan TDL tersebut tentunya akan memiliki dampak cukup besar, baik terhadap perekonomian secara makro maupun terhadap daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pencabutan subsidi listrik ini berpotensi menimbulkan kegaduhan di level konsumen. Sebab kenaikan listrik ini akan langsung dirasakan secara tiba-tiba oleh 82,2 persen pelanggan 900 VA tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harga TDL golongan 900 VA kembali naik. Kenaikan tarif listrik tersebut juga menjadi keluhan masyarakat. “Bulan Maret saja tarif listik sudah naik, dari sebelumnya cuma Rp 200 ribu perbulan, sekarang menjadi Rp 400 ribu,” kata Harjanto, 39, warga Ngaliyan. (fth/ida)