BJL 2000 Berharap Happy Ending

1699
BELUM SESUAI HARAPAN: Para pemain futsal BJL 2000 saat berlaga di ajang Pro Futsal League (PFL) beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM SESUAI HARAPAN: Para pemain futsal BJL 2000 saat berlaga di ajang Pro Futsal League (PFL) beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim futsal BJL 2000 Semarang akan melakoni laga terakhir Grup B ajang Pro Futsal League (PFL) versus Kaimana FC di GOR Unesa Surabaya Minggu (7/5) siang nanti. Laga tersebut sekaligus menjadi laga pamungkas bagi BJL di PFL tahun ini lantaran tim asuhan Wahyudin ‘Kocoy’ dipastikan sudah tidak melaju ke babak final four.

Meski tak punya peluang lolos final four, manajemen BJL 2000 meminta para pemainnya bersikap profesional. Bahkan manajemen menargetkan menang di pertandingan terakhir tersebut. “Tentunya kami berharap happy ending meskipun gagal lolos ke final four. Makanya kami meminta kepada seluruh elemen tim tetap bekerja keras di laga terakhir besok (hari ini, Red) kata owner BJL 2000, Suyatno.

Sementara di laga perdana seri terakhir kemarin (6/5) BJL berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas SFC Planet Sleman dengan skor 5-1. Laga berlangsung sengit sejak awal laga dengan kedua tim silih berganti melakukan serangan. BJL akhirnya berhasil unggul 2-0 dibabak pertama melalui sepakan Fariza Yodhanata dan Moses Kernel 15′.

Pada babak kedua, BJL kembali menambah keunggulan melalui Johan Rafsanjani menit ke-25. SFC sempat memperkecil melalui Falentinus Simori menit ke-26. Tapi, dua gol dari Santoso Aji menit ke-30 dan Primandita Tommy (39′) membawa BJL meraih kemenangan atas SFC dengan skor 5-1.

Namun sayang kemenangan BJL atas SFC kemarin harus dibayar mahal, pemain BJL Eko Setiawan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami patah kaki kiri diatas engkle  suyatno dihubungi kemarin mempertanyakan kepemimpinan wasit karena pelanggaran yang kejadian yang menyebabkan Eko patah kaki tidak mendapat pelanggaran bahkan kartu. “Pelanggaran begitu keras bahkan Eko harus mengalami patah kaki tapi tidak ada pelanggaran dan kartu untuk pemain SFC, tentunya ini menjadi catatan buruk bagi pengadil lapangan,” sambung Suyatno kemarin. (bas/smu)