Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

838

MEMILIKI lingkungan yang bersih, menjadi dambaan semua orang. Namun untuk mewujudkannya, diperlukan peran besar oleh setiap orang. Karena itulah, gadis bernama lengkap Hirda Rahmah, 21, yang telah menyandang gelar Duta Lingkungan Hidup Kota Semarang tahun 2017 ini, selalu mengajak masyarakat Kota Semarang untuk menjaga lingkungannya.

“Lingkungan yang bersih, hidup jadi lebih sehat. Jiwa yang sehat, akan menjadi kuat dalam melakukan aktivitas menuju kesuksesan,” kata gadis yang akrab disapa Hirda kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (6/5) kemarin.

Gadis kelahiran Tanjungpinang, 13 Oktober 1995 silam ini, memang giat mengampanyekan kebersihan lingkungan. Bahkan, sebelum menjadi duta lingkungan, sudah aktif dalam kegiatan lingkungan hidup di Kota Semarang.

“April 2017 kemarin, dua orang terpilih sebagai duta lingkungan. Kebetulan yang terpilih perempuanya, saya. Syarat untuk mengikuti rekrutmen duta lingkungan hidup ini harus pernah melakukan aksi lingkungan yang nyata. Kebetulan saya pernah mengikuti aksi menanam tumbuhan mangrove di Tugu,” jelasnya.

Kampanye kebersihan lingkungan ini juga Hirda lakukan di tengah kesibukan masyarakat yang hadir dalam car free day (CFD) di Kota Semarang. Seperti halnya pada peringatan Hari Bumi, pihaknya membagi-bagikan tumbuh-tumbuhan kepada warga yang hadir di acara CFD. “Kami bagi-bagi bibit tumbuhan. Bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah organik maupun non organik, akan mendapat satu bibit tumbuhan. Ini bentuk support saja kepada masyarakat,” terangnya.

Gadis yang telah menempuh S1 Fakultas Hukum Undip ini mengaku sebelumnya juga terpilih sebagai Putri Batik Undip dari tahun 2015 hingga 2016. Meski aktivitas sekarang fokus terhadap kepedulian lingkungan hidup, Hirda masih peduli mengampanyekan cinta terhadap batik.

“Batik merupakan warisan leluhur nenek moyang kita. Sebagai generasi penerus, kita harus mempertahankan warisan ini, jangan sampai luntur, jangan sampai jatuh dan diklaim oleh bangsa lain,” ujarnya.

Gadis yang tinggal di Jalan Singosari Kecamatan Semarang Selatan ini memiliki segudang aktivitas di luar kampus, namun tak menjadi kendala dalam menempuh pendidikan akademisnya. Hingga akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya dan wisuda April 2017 lalu. “Ingin jadi lawyer, karena latar belakang keluarga saya juga pengacara. Paling tidak di bagian hukum,” pungkasnya. (mha/ida)