Teladani Nilai Cerita Rakyat

616
ANGKAT CERITA RAKYAT: Aksi salah seorang peserta dalam Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jateng, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
ANGKAT CERITA RAKYAT: Aksi salah seorang peserta dalam Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jateng, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Upaya menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jateng, kemarin. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik minat membaca berbagai cerita, hikayat, dan legenda lokal yang penuh tuntunan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Muhamad Masrofi mengatakan dengan mengajak anak bercerita, akan menumbuhkan minat baca. ”Anak yang gemar bercerita berarti gemar membaca, mendengar hikayat, legenda, atau mendengar dongeng dari orang tua. Ini sekaligus menumbuhkan nilai budaya lokal di masyarakat luas,” katanya.

Setiap tahun, pihaknya menggelar lomba bercerita dengan harapan mampu menumbuhkan nilai budaya lokal. Menurutnya, banyak cerita rakyat tradisional yang bagus, namun tidak banyak diketahui anak-anak. Mereka lebih senang membaca kisah produk luar negeri seperti Power Rangers atau anime Jepang. ”Jarang anak yang tahu cerita Timun Mas atau Kancil Mencuri Timun. Padahal kisahnya bagus,” paparnya.

Hal tersebut perlu terus digaungkan, sehingga nilai yang terkandung dalam cerita dapat meresap ke pikiran anak. ”Hikayat atau cerita di dalamnya bisa menjadi panduan dan teladan, ada pendidikan budi pekertinya,” ungkapnya.

Pihaknya juga berkomitmen memperbanyak koleksi buku tentang legenda dan hikayat di perpustakaan provinsi maupun kabupaten/kota. (ric/ce1)