33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Hakim Vonis Rendah AMR

Pelaku Pembunuhan SMA Taruna Nusantara

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID—Sidang kasus pembunuhan terhadap Kresna Wahyu Nurahmad, 15, oleh terdakwa AMR, 16, sesama pelajar SMA Taruna Nusantara, telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang, kemarin. Hakim menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara.

Putusan itu lebih ringan satu tahun dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, JPU meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara.

Namun, Ketua Majelis Hakim Aris Gunawan berpikir berbeda. Meski sama-sama menerapkan pasal pembunuhan berencana 340 KUHP, sesuai dakwaan primer kedua, pihaknya memilih menjatuhkan hukuman lebih ringan.

”Menjatuhkan terdakwa dengan hukuman penjara sembilan tahun, dikurangi masa tahanan,” kata Aris dalam sidang yang digelar terbuka terbatas itu. Terdakwa tidak dihadirkan dalam sidang kali ini.

Hakim memberikan pertimbangan yang meringankan. Antara lain, pelaku kooperatif selama sidang, belum pernah dihukum, dan masih berstatus anak. Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa melakukan pembunuhan dengan sadis.

Menanggapi putusan hakim, penasihat hukum terdakwa, Sofyan Kasim, mengatakan masih akan melakukan kajian. Pihaknya belum memutuskan akan melakukan banding atau tidak. ”Kami tentu akan pikir pikir dulu atas putusan ini dan akan musyawarah dengan pihak keluarga AMR.”

Hanya saja, dia mengaku tidak setuju dengan vonis pembunuhan berencana. “Kami kurang setuju dengan pernyataan hakim soal kasus pembunuhan ini berencana. Karena kami anggap ini murni pembunuhan, bukan direncanakan dan motifnya karena kesal terhadap korban.”

Ketua Tim JPU, Eko Hening Wardono, menegaskan, pihaknya akan pikir-pikir soal putusan hakim. “Nanti akan kami pikir-pikir dalam tim, apakah menerima putusan hakim dan nanti menunggu juga dari penasihat hukum.”

Ibu Korban Belum Mau Bertemu Keluarga Pelaku

Terpisah, keluarga korban belum memenuhi permintaan pertemuan dengan pihak keluarga terdakwa AMR, 16. Khususnya, ibu korban.

Iskandar, paman pelaku meminta tolong kepada awak media untuk membantu menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, pihak sekolah, dan seluruh elemen yang ikut merasakan dampak kasus ini.

“Kami belum bisa bertemu ibu korban, karena memang ibu korban belum mau bertemu. Namun sudah bertemu kakek nenek korban, di mana merekalah yang merawat korban sejak kecil. Tetapi, kita terus berupaya meminta maaf kepada keluarga korban akan kejadian ini,” kata Iskandar, seusai sidang.

Sebenarnya, keluarga korban dan pelaku bersahabat sejak lama. Ayah korban dan terdakwa, satu angkatan di Akmil tahun 1983. Sampai ayah mereka bertugas pun, mereka masih bersahabat.

“Semoga atas nama persahabatan ini, permohonan maaf kami bisa diterima. Keponakan saya juga sempat berbicara, seandainya harus masuk ke kuburan pun mau, asal dimaafkan ibu korban. Namun ibu korban masih shock akibat kejadian ini.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harga Beras Naik Jelang Natal

KENDAL - Harga beras di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga hampir disemua jenis beras, berkisar Rp 1.000 hingga Rp...

Santunan Yatim Piatu Naik 1.000 Persen

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tahun ini menjadi kabar gembira bagi anak yatim piatu di Kabupaten Batang, karena pemerintah menaikkan santunan. Kenaikan tidak tanggung-tanggung hingga 1.000 persen....

Petani Garam Harus Terapkan Teknologi

SEMARANG - DPRD Jateng menilai petani garam selama ini kurang bisa menghasilkan garam yang berkualitas. Mereka dalam menggarap tambak dilakukan secara tradisional sehingga harga...

Pemprov Didesak Tuntaskan RTLH

SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mendesak pemprov dan pemerintah kabupaten/kota fokus pada program-program pengentasan kemiskinan secara langsung. Tidak terkecuali...

Kembangkan Porang untuk Pengawet Mi

MAGELANG--Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang saat ini getol membudidayakan tanaman porang (amorphopallus oncophillus) yang memiliki banyak manfaat. Tanaman porang bisa digunakan sebagai...

Week of Women Persembahan PT Sun Star Motor

WONOSOBO–Menghadapi kuartal I Tahun Fiskal 2017, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI ) terus membenahi pangsa pasar kendaraan niaga ringan. Bersama...