25 Blogger Blusukan Desa Wisata

1483
PROMOSI WISATA: Para blogger saat berfoto di tepi Waduk Jatibarang, Semarang. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROMOSI WISATA: Para blogger saat berfoto di tepi Waduk Jatibarang, Semarang. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Sebanyak 25 blogger dari berbagai kota di Indonesia mengikuti acara bertajuk Fam Trip Blogger 2017 yang dihelat  Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. Mereka diajak berkeliling di berbagai tempat wisata di Kota Semarang untuk mengupas seluk-beluk dan menggali informasi di balik sejumlah tempat wisata. Di antaranya, menggali potensi Desa Wisata Kandri, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, yang juga terdapat Gua Kreo dan Waduk Jatibarang, hingga Ecoeduwisata Hutan Mangrove di Desa Tapak, Kelurahan Tugu, Kecamatan Tugu.

Selama berkeliling, masing-masing blogger ini akan memberikan catatan perjalanan dan testimoni untuk kemudian dituliskan di blog masing-masing.

”Dengan begitu, diharapkan ini menjadi upaya mengeksplore sekaligus promosi wisata yang dimiliki oleh Kota Semarang agar dikenal oleh publik secara luas,” kata Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Niken Wijayanti, Jumat (5/5).

Dijelaskannya, Fam Trip Blogger 2017 ini memang sengaja lebih difokuskan untuk mengupas desa wisata. ”Kami menggandeng komunitas blogger agar membantu mengupas seluk-beluk tempat wisata tersebut. Ini juga sekaligus sebagai promosi kepariwisataan milik Kota Semarang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan para blogger memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi tentang tempat wisata. Apalagi para blogger ini merupakan penulis-penulis lepas yang aktif menulis di blog masing-masing. Tentunya, mereka juga memiliki follower yang cukup banyak. Sehingga mereka bisa mengupas objek wisata yang ada di Kota Semarang ini secara menarik.

”Ada sebanyak 25 blogger dari berbagai daerah. Di antaranya, Bogor, Bali, Jogja, Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Balikpapan,  Kebumen, Semarang, Makassar,  dan Purwokerto. Termasuk dari Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.

Selain keliling di dua lokasi Desa Wisata Kandri dan Tapak Tugu, para peserta diajak jalan-jalan ke acara Semarang Night Carnival (SNC) pada Sabtu (6/5) hari ini. Itu sekaligus sesi terakhir sebelum Fam Trip Blogger 2017 ditutup.

”Kalau hari ini (kemarin), kami memperkenalkan sejumlah potensi di Desa Kandri, termasuk monkey feeding di Gua Kreo. Kami berharap, nantinya berbagai tempat wisata ini mampu lebih dikenal publik secara luas dan peningkatan jumlah wisatawan di Kota Semarang,” katanya.

Pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS), Gus Wahid, mengatakan, Fam Trip Blogger ini acara kali kedua. Sebelumnya, panitia melakukan seleksi terhadap peserta.

”25 blogger ini dinyatakan terpilih setelah melalui seleksi dari 182 blogger yang mendaftar. Kami tak menyangka, ternyata antusiasme blogger sangat tinggi untuk mengikuti acara ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahid mengatakan, Fam Trip ini sengaja mengambil fokus ke desa wisata. Sedangkan Fam Trip pertama dulu mengambil tema wisata ikon Kota Semarang, seperti Lawang Sewu dan Kota Lama. ”Kami berharap, ini menjadi rutinitas, sehingga nanti akan terus kami lanjutkan di Fam Trip ketiga dengan mengambil konsep berbeda dan lokasi-lokasi selanjutnya,” katanya. (amua/aro/ce1)