Tol Dibuka sampai Batang

Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran

789
Irjen Pol Royke Lumowa. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
Irjen Pol Royke Lumowa. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Jalan tol Pantura Jateng dipastikan bisa beroperasi secara fungsional untuk arus mudik Lebaran 2017 mendatang. Ruas tol yang sudah bisa difungsikan di jalur utara nantinya mulai Brebes Timur hingga Gringsing, Batang. Sedangkan jalur tol Batang hingga Semarang, belum bisa dioperasionalkan karena masih terkendala pembebasan lahan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Royke Lumowa, mengungkapkan, dari hasil survei yang dilakukan, jalur tol yang bisa difungsikan baru mencapai Gringsing, Batang. Meski masih beroperasi sementara, setidaknya jalan tol tersebut mampu mengurai kemacetan arus lalu lintas.

”Kepadatan lalu lintas yang terjadi akan terbagi. Tahun lalu di Brexit (exit tol Brebes Timur, Red), tahun ini akan terbagi. Dari Brebes terbagi di exit Tegal, Pemalang, Pekalongan, sampai Gringsing,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/5).

Sedangkan progres pembangunan jalan tol saat ini masih mencapai antara 65-70 persen. Jalan yang akan dilewati secara fungsional saat ini sedang dalam progres pengerasan lantai kerja atau lean concrete setebal 10 sentimeter. ”Sudah lumayan, sudah lean concrete setebal 10 cm,” terangnya.

Sesuai rencana awal, jalan tol untuk arus mudik Lebaran ini akan dibuka mulai jalur tol dari Brebes hingga Ngaliyan, Semarang. Namun untuk tol sampai Ngaliyan, masih terkendala pembebasan lahan yang belum selesai. ”Semarang rencananya sampai Ngaliyan. Tapi, hasil survei akhir-akhir ini kemungkinan sampai Gringsing. Tapi itu sudah lumayan,” ujarnya.

Dikatakan, rencana upaya pengalihan arus tetap dipersiapkan kepolisian. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan pemudik di Brexit. Sehingga nantinya akan dialihkan ke Slawi, Banjarnegara, Wonosobo, dan seterusnya. ”Jalur Brebes-Purwokerto ada 4 flyover di Dermoleng, Klonengan, Kretek, dan Kesambi. Jalan ke ruas Brebes-Purwokerto bisa mengurangi kemacetan sampai 50 persen,” bebernya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan, dengan beroperasinya tol secara fungsional sampai Gringsing, maka kepadatan arus mudik jelas akan terurai. Menurutnya, masalah kemacetan saat arus mudik sering terjadi di Kota Pekalongan. Ketika sudah melewati wilayah tersebut, lanjut dia, diprediksi akan lancar. ”Bisa menghindari Pekalongan Kota cukup bagus, apalagi ini sampai Gringsing,” katanya.

Bagaimana dengan kesiapan tol Semarang-Solo? Pemimpin Pengerjaan Proyek Tol Semarang-Solo, Indriyono, mengatakan, pelaksana proyek ruas tol Semarang-Solo mengalami kendala, dikarenakan proyek terhambat perubahan cuaca yang ekstrem yang mengakibatkan beberapa penggalian tanah, terpaksa mandeg. Saat ini, baru ruas tol Tembalang-Ungaran sejauh 11 kilometer dan ruas tol Ungaran-Bawen sejauh 12 kilometer yang sudah beroperasi.

”Kita saat ini konsen dan fokus untuk menyelesaikan simpang susun Bawen hingga Tingkir Salatiga sejauh 17,5 kilometer,” ujarnya.

Dikatakan, dari 17,5 kilometer tersebut, sepanjang 15,8 kilometer sudah selesai, dan kurang 1,7 kilometer yang saat ini masih dalam pengerjaan. Sedangkan untuk tol Semarang sampai Salatiga sudah dibeton, tinggal beberapa titik saja yang masih dalam proses penggalian.

Dia menjelaskan, di jalur sejauh 700 meter, harus ada penggalian sebanyak 20 ribu kubik untuk menuntaskan pekerjaan yang ditargetkan selesai pada 15 Mei mendatang. Sehingga pihaknya harus bekerja ekstrakeras agar nantinya bisa digunakan pemudik saat Lebaran 2017. ”Kami akan terus bekerja keras agar bisa digunakan untuk arus mudik, meski nanti masih secara fungsional,” jelasnya.

Menurutnya, jalan tol Semarang-Salatiga digunakan secara fungsional para pemudik keluar menuju arah Suruh, Jalan Lingkar Salatiga, atau jalan nasional untuk melanjutkan perjalanan ke arah timur atau masuk Kota Salatiga. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah adanya timbunan 100 ribu kubik tanah yang tak bisa dikerjakan di sekitar Tuntang. ”Kalau masih hujan terus, bisa molor hingga akhir Mei. Namun kami optimistis bisa dilalui pemudik,” paparnya.

Indriyono mengatakan, meski secara umum sudah menyiapkan jalur 2×12 meter. Namun untuk jalur keluar Salatiga masih berukuran enam meter. ”Ini harus diantisipasi agar tidak ada penumpukan saat keluar dari jalan tol,” katanya. (mha/aro/ce1)