GO INTERNATIONAL: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan ucapan selamat pada salah satu peraih medali emas dalam Kejuaraan Karate Internasional 6th (SEAKF) Championship tahun 2017 di UTC Convention Hotel, Semarang, kemarin. (JOHN WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GO INTERNATIONAL: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan ucapan selamat pada salah satu peraih medali emas dalam Kejuaraan Karate Internasional 6th (SEAKF) Championship tahun 2017 di UTC Convention Hotel, Semarang, kemarin. (JOHN WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 266 karateka dari tujuh negara di Asia Tenggara mengikuti Kejuaraan Karate Internasional 6th (SEAKF) Championship tahun 2017  yang digelar di Balairung Astina UTC Convention Hotel, Semarang. Kejuaraan dibuka oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Kamis (4/5) kemarin.

Dalam kejuaraan yang digelar selama 2 hari ini, kontingen Indonesia menerjunkan 88 karateka putra dan putri. Pada hari pertama kemarin, hingga malam tadi, Indonesia sementara menempati masih peringkat pertama dengan koleksi 12 medali emas, disusul Vietnam dengan 8 medali emas, dan Malaysia meraih 3 medali emas.

Gatot Nurmantyo yang juga Pembina Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) ini menjelaskan, mengatakan, Kota Semarang menjadi tuan rumah kejuaraan kali ini atas permintaan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. “Kami mengapresiasi Pak Wali Kota, dan dengan kejuaraan internasional ini, Semarang akan lebih dikenal dunia,” ujarnya.

Gatot menyambut baik kedatangan seluruh delegasi federasi karate se-Asia Tenggara. Selebihnya ia mengungkapkan perasaan bangga karena sudah dipercaya menjadi tuan menyelenggarakan kejuaraan karateka internasional tersebut. “Melalui kejuaraan ini karateka negara-negara ASEAN, terutama kita Indonesia, sekaligus mempersiapkan diri untuk ke depan berlaga di Olimpiade 2020 di Jepang. Saya berharap tim Merah Putih dapat mengharumkan nama pada Olimpiade di Jepang, ” katanya.

Dijelaskan Gatot, meski bertajuk kejuaraan internasional, namun kejuaraan karate ini bukan merupakan agenda tetap Federasi Karate Asia Tenggara. Meski begitu, dia minta agar para karateka Indonesia mmanfaatkan sebaik mungkin kejuaraan ini untuk menimba pengalaman bertanding melawan para karateka terbaik ASAN. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi ajang persiapan para atlet nasional bertanding di SEA Games Kualalumpur bulan Agustus mendatang, serta Asian Games di Indonesia 2018.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PB FORKI, Elrick SH menambahkan, selama ini kebijakan federasi terus mengikutsertakan atlet dalam kejuaraan internasional. “Ini untuk membekali persiapan Olimpiade ke Jepang. Atlet juga digembleng melalui training center (TC) terpusat di Ciloto dan Bantir,” tandasnya.

Menurut Elrick, Indonesia telah melahirkan 4 karateka juara dunia junior dan U-21. Satu atlet dari nomor Kata dan tiga atlet dari nomor Kumite. (mg30/smu)