Pendaki yang Hilang Akhirnya Ditemukan

Relawan Penyelamat

586

“Pendaki sempat kembali ke puncak karena jalur tersebut curam. Ia berpikir jika kembali ke puncak akan bertemu pendaki lain, karena jika turun lagi, medannya terlalu berat.”

Samsuri

MERAPI– Pendaki asal Depok, Jawa Barat, Khodar, yang sempat hilang di gunung Merapi tidak mengalami luka  serius saat ditemukan oleh Tim Barameru. Samsuri, 35, anggota tim Barameru yang menyelamatkan sang pendaki menuturkan,  pendaki dalam kondisi sehat. “Hanya mengalami luka kecil dikakinya, mungkin kena batu, tapi masih bisa berjalan,” katanya kepada wartawan.

Tidak sampai dievakuasi ke rumah sakit, pendaki langsung melanjutkan perjalanan ke Depok via Jogjakarta. Dikatakan, pendaki yang hilang di Merapi berhasil  ditemukan Tim Barameru karena membalas teriakan  yang berupaya melakukan penyelamatan.

“Kita teriak-teriak dari samping Pasar Bubrah dan Pusung London. Di situ kita teriak-teriak terdengar suara di puncak,” katanya. Saat Tim Barameru meneriakkan nama pendaki, ada suara balasan dari sang pendaki. “Dia balas ‘saya di puncak, Pak’. Kita minta dia berhenti di situ, jangan ke mana-mana dan dia menjawab ‘iya Pak’. Terus kita turun dari Pusung London ke Pasar Bubrah, terus lanjut ke puncak.”

Masih menurut Samsuri, pendaki asal Depok yang hilang,  ternyata turun terlebih dahulu sendirian dari puncak. Nah,  saat posisi turun dari puncak,  turun kabut tebal.

Sedangkan temannya,  satu pendaki menunggu di Pasar Bubrah, tiga lainnya  turun dari puncak. “Yang Khodar itu turun duluan, habis itu kabut. Jadi tidak tahu jalurnya.” Pendaki tersebut tidak tahu jalur, sehingga keluar jalur pendakian, karena mengikuti aluran sungai. “Pendaki sempat kembali ke puncak karena jalur tersebut curam. Ia berpikir jika kembali ke puncak akan bertemu pendaki lain, karena jika turun lagi, medannya terlalu berat.”

Komandan SAR BPBD Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan, pihaknya bersyukur pendaki yang hilang bisa ditemukan selamat. “Dari atas berkabut, sehingga menutupi jalan yang menyebabkan pendaki kehilangan temannya di tengah jalan.” (jpg/isk)