KREATIF : Karang Taruna Malwapati Desa Banyumeneng olah rebung menjadi berbagai macam produk makanan untuk dijadikan oleh-oleh khas desa setempat. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF : Karang Taruna Malwapati Desa Banyumeneng olah rebung menjadi berbagai macam produk makanan untuk dijadikan oleh-oleh khas desa setempat. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tak banyak yang tahu, jika tunas muda yang tumbuh dari akar bambu atau yang lebih familiar dengan sebutan rebung dapat diolah menjadi berbagai aneka jenis makanan. Hal itulah yang dilakukan oleh Karang Taruna Malwapati, setelah mendapati potensi di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, belum dimanfaatkan dengan baik oleh warga desa setempat.

AHMAD ABDUL WAHAB

DI tangan kreatif para pemuda itulah, rebung diolah menjadi makanan dan cemilan khas Desa Banyumeneng. Ketua Karang Taruna Malwapati, Burhanuddin menuturkan, jika ide tersebut muncul lantaran stok rebung melimpah ruah, selalu ada dan tidak terpengaruh oleh musim. Oleh masyarakat hanya dijual ke pasaran untuk dijadikan lauk makanan saja.

Melihat kondisi itu, maka sejak 4 tahun lalu, Karang Taruna Malwapati mencoba menciptakan sebuah inovasi yaitu dengan mengkreasikan rebung menjadi makanan yang khas nan lezat. “Hasilnya muncul kerupuk rebung dan aneka jenis makanan lainnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/5) kemarin.

Dengan adanya inovasi itu, dikatakan, peluang usaha di desa tersebut terus mengalami peningkatan. Sebab, mayoritas penduduk setempat berprofesi sebagai petani karena letak desa tersebut berada di kawasan pegunungan. Diperkuat dengan keterlibatan masyarakat dalam berbagi tugas dengan Karang Taruna adalah salah satu contohnya. “Kini pengolahan dilakukan oleh sebagian masyarakat. Sedangkan pemasarannya masih kami yang pegang, karena ada yang dijual langsung ke pasar maupun lewat online,” katanya.

Aneka olahan rebung oleh Malwapati ini sudah variatif. Terdiri atas berbagai macam olahan, yaitu Kerupuk Rebung, Bakso Rebung, Lumpia, hingga Puding Rebung yang dikemas dengan Brand OREMA, yaitu kepajangan dari Olahan Rebung Karang Taruna Malwapati.

Menurutnya, dengan adanya olahan tersebut, diharapkan selain wisatawan dapat menikmati pesona wisata yang ada, kuliner khas Banyumeneng juga dapat dibeli sebagai oleh-oleh desa yang berbatasan dengan Kabupaten Ungaran ini. “Nantinya akan ada cemilan-cemilan lain sebagai kuliner khas desa. Di samping itu, masyarakat akan lebih tahu jika rebung tak sebatas diolah dan dijadikan lauk pauk saja,” pungkasnya. (*/ida)