RATA TANAH : Truk trailer bernomor polisi KT 9030 LD menabrak sebuah gudang oli di Jalan Raya Soekarno Hatta, Desa Brangsong, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RATA TANAH : Truk trailer bernomor polisi KT 9030 LD menabrak sebuah gudang oli di Jalan Raya Soekarno Hatta, Desa Brangsong, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Diduga mengantuk, sebuah truk trailer bernomor polisi KT 9030 LD menabrak sebuah gudang oli di Jalan Raya Soekarno Hatta, Desa Brangsong, Kabupaten Kendal. Tidak ada korban jiwa, tapi akibat kecelakaan tersebut, seluruh bangunan rata dengan tanah.

Sopir truk yang diketahui bernama Muhammad Rohim, 32, mengaku tidak sadar saat truk keluar dari jalan dan menabrak bangunan. Bahkan, sopir tersebut masih tampak syok dan mengalami beberapa luka ringan pada bagian bibir dan kakinya.

Saat robohnya bangunan, dirinya masih berada dalam kabin. Sehingga seluruh badannya tertutup debu pasir tembok, mulai rambut, wajah, tangan dan kedua kakinya. Rohim menceritakan truk yang dia kendarai dari Jakarta menuju Surabaya. Saat sampai di lokasi kejadian di Jalan Raya Brangsong, tepatnya di depan Polsek Brangsong, Rohim kaget truk yang dia kendarai tiba-tiba keluar jalur. Kemudian menabrak median jalan hingga akhirnya berhenti setelah menabrak separuh gudang berisi oli tersebut. “Saya tidak tahu, karena kejadiannya begitu cepat. Saya baru sadar saat truk berhenti menabrak tembok gudang ini,” katanya, kemarin (4/5).

Rohim menyatakan mengendarai truk dengan kecepatan 50 kilometer perjam. Namun ia mengaku sudah kelelahan. “Ya mungkin capek dan ngantuk, jadi saya gak sadar saat nabrak gudang, ini semua musibah,” terangnya.

Sementara salah seorang saksi, Muchson mengaku kaget karena tabrakan terdengar sangat keras seperti bunyi ledakan. “Saya kira bom meledak dan meluluhlantakkan bangunan,” katanya.

Namun saat didekati, ternyata truk trailer sudah nyungsep menabrak rumah milik H Chumaedi hingga seluruh bangunan ambruk. “Suaranya terdengar dentuman keras sekali dan debu berterbangan. Saya tahu nya bom meledak karena rumah ambruk. Debunya banyak sekali sampai tidak kelihatan,” jelas Muchson.

Kernet truk Rochani mengatakan, truk trailer melaju dari arah barat, tiba-tiba oleng ke kanan. Sopir trailer hilang kendali karena mengantuk hingga menabrak rumah. Kerugian akibat kecelakaan ini mencapai belasan juta rupiah. Kasus ini masih ditangani Satlantas Polres Kendal. Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, pemilik rumah dan sopir maupun kernet. “Dari penjelasan kernet, sopir masih ngobrol-ngobrol di SPBU Brangsong. Jadi, dugaan sementara sopir kelelahan,” kata Kanitlaka Polres Kendal. (bud/ida)