BATIK MENTERI : Sutera ATBM, rancangan desain busana Zyd Collection karya Riswadi digunakan oleh para menteri di Kabinet Presiden Jokowi. (IST)
BATIK MENTERI : Sutera ATBM, rancangan desain busana Zyd Collection karya Riswadi digunakan oleh para menteri di Kabinet Presiden Jokowi. (IST)

Siapa sangka, busana yang dikenakan para juri dalam acara konser D’Academy 4 yang ditayang televisi swasta nasional adalah rancangan busana karya Raswadi,42, warga Desa Waru Lor RT03 RW 02, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Seperti busana yang dipakai oleh Elvi Sukaesih saat menjadi salah satu juri Konser D’Academy 4.

DESAIN busana dengan motif cerah, tidak terlalu ketat, namun tidak terlalu longgar, dominan longgar di bagian bawah, seperti huruf A, sangat disukai Elvi Sukaesih. Termasuk motif bunga mawar dan aksesori bunga dengan warna dominan merah jingga.

“Saya baru tahu kalau rancangan saya dikenakan Elvi Sukaesih. Saya justru dikasih tahu salah seorang pelanggan saya lewat telepon bahwa di acara Konser D’Academy 4, Elvi mengenakan dress panjang motif bunga, rancangan busana model A,” ungkap Raswadi, sambil menunjukkan busana yang disukai Elvi, Kamis (4/5) kemarin.

Raswadi pemilik Zyd Collection mengungkapkan bahwa usahanya diawali pada tahun 2005. Setelah sejak tahun 1999, dirinya menjadi buruh jahit pada tailor yang ada di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto. Setelah 2 tahun menjadi buruh, kemudian pada tahun 2001, Raswadi membuka usaha jasa jahitan sendiri, dengan upah jasa jahitan Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu per setelnya.

BLUS POPULER : Rancangan Riswadi dengan merk Zyd Collection digunakan pentas dalam Academi Dangdut Indosiar. (IST)
BLUS POPULER : Rancangan Riswadi dengan merk Zyd Collection digunakan pentas dalam Academi Dangdut Indosiar. (IST)

Ternyata usaha jasa jahitan yang dilakukannya, mendapat respon pasar yang bagus. Meski promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut, banyak pejabat dan kalangan sosialita yang menggunakan jasa jahitannya. Padahal lokasi usahanya terbilang terpencil dan kerap terkena musibah banjir rob. Namun tetap dicari orang, karena jahitannya enak dikenakan dan cepat.

Setelah tiga tahun usaha jasa jahitannya berjalan, baru pada tahun 2005, Raswadi membuka usaha fashion dengan nama Zyd Collection. Yakni butik busana yang didominasi wanita, seperti kemeja atau loose shirt, blazer dan cardigan, serta dress. Setiap rancangan busana yang dikeluar oleh Raswadi, dengan merk Zyd, selalu menjadi trend di masyarakat.

Rancangan busana Raswadi dengan Zyd Collection semakin terkenal, setelah beberapa kali menjuarai lomba rancang busana dan fashion terbaik, seperti fashion show batik terbaik, menyabet juara yang diselenggarakan pada acara Inacraft di Jakarta Convention Center (JCC) tahun 2013 lalu.

SANG JUARA : Riswadi bersama piala juara I Lomba Rancang Busana Tingkat Kabupaten Pekalongan. (IST)
SANG JUARA : Riswadi bersama piala juara I Lomba Rancang Busana Tingkat Kabupaten Pekalongan. (IST)

“Sepanjang tahun 2016, Zyd Collection membuat ribuan busana model Kinagita, yakni busana wanita dengan bukaan lengan yang lebar dan diberi beberapa variasi. Respon pasar sangat bagus, hingga tiga ribu lebih baju Kinagita terjual,” kata Raswadi.

Dengan adanya Zyd Collection di Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa, lebih dari 60 karyawan tetap setiap harinya bekerja, mulai dari bagian potong, menjahit, menyetrika hingga packing dan pengiriman. Dengan pasar Jakarta, Surabaya, Medan, Pontianak dan Bali.

Style fashion Zyd Collection kini menjadi rujukan pengusaha konveksi yang ada di Pekalongan dan beberapa kota besar yang menjadi pemasaran dari Zyd Collection, seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. Bahkan setiap kali Zyd Collection mengadakan acara fashion show, koleksi dari Zyd Collection bisa dipastikan ludes terjual.

Seperti style fashion pada tahun 2017 ini, Zyd Collection mengeluarkan style fashion dengan model huruf A, yakni model busana dengan longgar di bawah atau model Bohemian. Yakni model dengan gaya bebas, namun tidak lepas dari gaya tradisional, enak dipandang dan dipakai namun terlihat elegan.

Demikian juga dengan busana kemeja pria, model Zyd Collection banyak disukai oleh para pekerja kantoran. Karena jahitannya enak dipakai dan terasa nyaman. Demikian juga dengan model yang tidak cepat usang, bahkan cenderung ngetren masih dipakai dalam waktu lama.

KOMPAK : Foto bersama dengan para karyawan Zyd Collection di ruang produksi Desa Waru Lor, Wiradesa, Pekalongan (IST)
KOMPAK : Foto bersama dengan para karyawan Zyd Collection di ruang produksi Desa Waru Lor, Wiradesa, Pekalongan (IST)

Maka tak heran jika Zyd Collection banyak diburu oleh kalangan artis dan pejabat, karena ciri khas dari Zyd Collection enak dipakai, nyaman dan harganya pun tidak terlalu mahal. Mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 800 ribu, baik model wanita dan pria.

Sedangkan busana batik tulis dengan bahan sutera alat tenun bukan mesin (ATBM), paling banyak diminati para menteri atau pejabat yang datang ke Pekalongan dan berkunjung ke Zyd Collection. Bukan saja harga yang sangat terjangkau, namun lebih disebabkan Zyd Collection adalah tempat belanjanya toko-toko fashion besar di Indonesia.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita melayani pelanggan dengan baik, bahkan yang terbaik, serta menjadi pendengar yang baik. Karena standar pakaian pada masing-masing orang berbeda dan Zyd Collection alhamdulillah dapat memenuhi keinginan pelanggan tersebut,” tutur Raswadi, salah satu pengusaha UMKM anggota Koperasi Gemah Sumilir yang berhasil. (thd/adv/ida)