BISA DIMAKAN: Buket bunga raksasa dari rangkaian seribu roti dan keju yang dipajang di atrium Mal Paragon, kemarin. (ADITYO DWI / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
BISA DIMAKAN: Buket bunga raksasa dari rangkaian seribu roti dan keju yang dipajang di atrium Mal Paragon, kemarin. (ADITYO DWI / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Buket bunga dengan ukuran raksasa menghias atrium Mal Paragon, kemarin. Uniknya, buket tersebut terbuat dari rangkaian seribu roti dan keju berbentuk bunga. Sebanyak 300 kilogram tepung dan 220 kilogram keju digunakan untuk membuat buket berdiameter 2,3 meter dan tinggi 3 meter ini. Berbagai macam bentuk serta ragam warna bunga roti ditata menyerupai buket asli.

”Proses pembuatannya membutuhkan waktu selama sebulan oleh lima orang. Bahan-bahan tersebut diproses menjadi roti kemudian dikeringkan dan diberi warna. Begitu juga kejunya. Sedangkan perakitan dan penataan hanya satu malam,” jelas salah seorang penggagas ide buket raksasa, Agrippina Aileen, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Rangkaian bunga dipilih selain cantik dan unik, juga memberikan hal yang berbeda dari 6 gelaran Fortune Baking Festival sebelumnya. Selain cantik dipandang, roti-roti ini juga bisa dimakan. ”Tiap tahun kami selalu bikin kue yang bisa dimakan. Tahun ini, kami bikin berupa roti kering, bisa dimakan dan dicelup ke dalam teh atau kopi,” ujarnya.

Alhasil, keunikan buket bunga raksasa itu pun menarik perhatian sejumlah pengunjung yang melintas. Tak sedikit yang mengabadikannya melalui kamera ponsel. ”Saya pernah lihat buket bunga dari kue juga, tapi ini yang paling besar. Cantik dan kreatif,” kata Intan, salah seorang pengunjung.

Penggagas Fortune Baking Festival lainnya, I Fen, menambahkan, dunia pastry makin berkembang. Rangkaian bunga dari roti dan keju yang ditampilkan kali ini merupakan sedikit dari banyak hal yang bisa dikreasikan dalam bidang tersebut. ”Kami membuka kesempatan berbagi ilmu tentang baking kepada semua pengunjung mal sini. Yakni, dengan demo dari sejumlah chef yang kompeten,” ujarnya. (dna/aro/ce1)