Upgris Beri Ruang Kreativitas Pelajar lewat Festival Drama

718
BERI WADAH: Upgris memberikan wadah bagi siswa yang mencintai seni teater. Ada puluhan siswa dari 15 SMA/SMK yang terlibat dalam festival drama tersebut. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI WADAH: Upgris memberikan wadah bagi siswa yang mencintai seni teater. Ada puluhan siswa dari 15 SMA/SMK yang terlibat dalam festival drama tersebut. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sebanyak 15 sekolah setingkat SMA-SMK mengikuti Festival Drama Tingkat Jawa Tengah di Universitas PGRI (Upgris) Semarang. Mereka menampilkan berbagai lakon yang ditulis oleh para siswa untuk dikemas dalam pertunjukan teater.

Selain festival drama, acara yang inisiasi oleh Teater Gema ini juga menampilkan pertunjukan teater monolog yang diikuti oleh lima perguruan tinggi. ”Ini festival yang kesepuluh kalinya. Diadakan rutin setiap dua tahun sekali. Tapi dalam dua tahun terakhir ada tambahan monolog khusus perguruan tinggi,” kata Rektor Upgris, Muhdi, usai membuka festival drama pelajar, Rabu (3/5).

Dikatakannya, festival drama pelajar dirasa penting untuk memberikan ruang kreativitas bagi siswa yang memiliki bakat dan minat dalam kesenian teater. Selama ini, ruang kreativitas untuk teater masih sangat minim.

”Tidak banyak pihak yang menggelar lomba semacam ini, apalagi dengan kategori rutin. Tujuan kami awalnya ingin memberikan ruang kepada anak-anak SMA-SMK yang aktif di dunia drama atau dunia teater,” katanya.

Para pemenang dalam festival ini, lanjutnya, akan mewakili festival drama tingkat nasional yang juga diselenggarakan di Upgris setiap tahun genap. ”Saya kira ini cukup menjadi motivasi agar mereka mampu berprestasi. Biasanya yang menang di tingkat provinsi ini, maka di tingkat nasional berpeluang memiliki prestasi baik. Di Indonesia, Upgris terbilang satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan festival drama pelajar secara rutin,” ujarnya.

Ketua UKM Teater Gema, Anwar Fuadi mengatakan festival ini digelar selama lima hari berturut-turut. Setiap sesinya menampilkan dua kelompok peserta. ”Kami berusaha membuat wadah terhadap kreativitas pelajar, terutama dalam bidang teater. Teater mengajarkan pendidikan karakter, imajinasi, ide, gagasan, dengan melewati proses-proses. Dari situ kami mengenalkan kesenian teater kepada para pelajar,” kata Anwar.

Sejumlah nama seniman teater senior di Jawa Tengah, seperti Eko Tunas, Apito Lahire, dan Sosiawan Leak dilibatkan menjadi juri dalam festival drama pelajar se-Jawa Tengah tersebut. ”Kami melihat tiga juri ini sebagai sosok yang kompeten dalam bidang seni pertunjukan teater,” katanya. (amu/zal/ce1)