TUNTASKAN PENDIDIKAN: Rektor Untag Dr Suparno saat mewisuda anak didiknya di Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (3/5). (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUNTASKAN PENDIDIKAN: Rektor Untag Dr Suparno saat mewisuda anak didiknya di Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (3/5). (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG — Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, melepas 1.028 wisudawan program diploma, sarjana, dan magister, Rabu (3/5). Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah, dalam rapat senat terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Untag Dr Suparno mengatakan bahwa momen wisuda jangan dimaknai sebagai suka cita usai menyelesaikan pendidikan semata. Namun wisudawan harus merefleksikan makna dari kelulusan tersebut sebagai amanah almamater untuk berkiprah di masyarakat.

”Jadi kelulusan itu merupakan awal dari perjuangan sesungguhnya. Dengan berbekal pendidikan diharapkan bisa mengembangkan potensi dan berkarya di tengah masyarakat. Dalam berkarya itu harus jujur, benar dan menjunjung keadilan,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya konsen sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan profesional, tangguh, berjiwa nasionalis, dan berakhlak mulia. Upaya pengembangan mendapat apresiasi dari Dikti pada 2016. Untag Semarang berada pada posisi 110 dari 3.320 PTN dan PTS se-Indonesia, naik delapan tingkat dibanding pada 2015.

Untuk sumber daya manusia (SDM) pihaknya menambah lima doktor baru, sedangkan 48 dosen sedang menempuh program doktor dan lima orang menyelesaikan pendidikan S2. Untuk tingkat Jateng, Untag berada pada posisi peringkat delapan dari 242 PTS dan untuk skala Semarang, peringkat empat dari 18 PTS. ”Bahkan sampai dengan April 2017, Untag memiliki lima orang guru besar dan 36 doktor,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Kopertis Jateng, Amsar dalam sambutannya mengatakan, pengembangan PTS sangat penting terkait dengan persaingan. Di antaranya, upaya yang harus dilakukan adalah dengan menggenjot dosen untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya, dengan melakukan studi lanjut. ”Termasuk juga meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan bagi mahasiswa,” jelasnya.

Untuk mahasiswa terbaik tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada program Magister Ilmu Administrasi (S2) yakni Veni Nira Sari, Ika Aryanti, dengan predikat cumlaude, sedangkan Taufik Pertiwi Suprihatin dengan predikat sangat memuaskan.

Program Studi Ilmu Administrasi Negara (S1) Fitri Kamifta Hapsari, Fitriyana, Darmono dengan predikat cumlaude. Program studi Ilmu Administrasi (S1) Rikyana Frida Alfa Nora, Agma Muhyi Nuradi dan Intan Damayanti dengan predikat cumlaude. Dan program Studi Administrasi (D3) bernama Dennyda Tantra Triyana dengan predikat cumlaude. (hid/sct/zal/ce1)