ALL SGS FINAL: Partai all final PB SGS di kelompok tunggal anak putra utama antara dua pemain non unggulan Yudistira dan Raskila. Yudistira akhirnya juara setelah menang dua set langsung 21-14, 21-10. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALL SGS FINAL: Partai all final PB SGS di kelompok tunggal anak putra utama antara dua pemain non unggulan Yudistira dan Raskila. Yudistira akhirnya juara setelah menang dua set langsung 21-14, 21-10. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Perkumpulan Bulutangkis (PB) Surya Gemilang Salatiga (SGS) mendominasi juara kelompok usia Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Kejurkot V Salatiga 2017. Hasil pertandingan yang berakhir Selasa (2/5) malam kemarin di GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), Jalan Veteran, Kota Salatiga, klub bulutangkis pimpinan Joko Kace ini, terbanyak dalam mengumpulkan prestasi juara, yakni 15 tropi juara.

Capaian PB SGS tersebut, termasuk merengkuh all final di dua kelompok usia. Yakni tunggal anak putra utama dan tunggal remaja putri utama. Partai derby final tunggal anak putra utama, mencatatkan kejutan positif karena mempertemukan dua non unggulan, Yudistira dan Raskila. Laga puncak itu akhirnya dimenangkan 21-14, 21-10. Sebelumnya, Yudistira mengandaskan unggulan satu Putra (PB Mahkota) dan Raskila menghentikan unggulan dua Restu (PB Glory).

Final PB SGS di tunggal remaja putri utama yang memainkan Ghea dan Nanda, juga sama-sama dari non unggulan. Ghea tampil juara setelah memetik kemenangan 21-11, 21-8. Pada laga semifinal, Ghea mengalahkan Endah, rekan satu klubnya yang menempati unggulan satu. Sedangkan Nanda, menyabet tiket final dari Sahra (PB Mahkota).

Selain itu, pebulutangkis muda PB SGS lainnya yang naik podium antara lain Yuan Ashri, Kieky Adrian (juara pertama tunggal dini putri madya, tunggal pemula putra), dan David Ardian, Raka Naufal, Yulia Dini (finalis tunggal pradini putra, tunggal anak putra madya, tunggal anak putri utama). Sisanya, meraih peringkat juara ketiga.

NAIK TINGKAT: Pemain usia pradini Angelice Quinsha Helena (kedua dari kiri) saat menerima hadiah dan tropi juara pertama tunggal anak-anak putri madya. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NAIK TINGKAT: Pemain usia pradini Angelice Quinsha Helena (kedua dari kiri) saat menerima hadiah dan tropi juara pertama tunggal anak-anak putri madya. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Joko Kace memberi apresiasi positif atas prestasi atlit binaanya. “Kejurkat ini cukup ketat. Selamat buat pemain yang juara. Ini harus jadi motivasi dalam kejuaraan lainnya. Bagi yang belum juara, janganlah kendur. Masih ada kesempatan agar lebih baik,” ungkapnya usai penerimaan hadiah.

Sementara, pada kelompok tunggal anak-anak putri madya, pemain usia pradini Angelice Quinsha Helena (PB Berkat Abadi) yang tanpa diduga menembus final, mampu menyempurnakan hasil dengan meraih juara. Siswi SDN 01 Salatiga itu, menundukkan Natasya (PB Rajawali) dengan angka 21-7, 21-9.  Pelatih PB Berkat Abadi, Hizkia Damar Kukuh, menuturkan, tidak ada target muluk-muluk dari penampilan Helena di kelas pertandingan lebih tinggi itu. Prediksi awal pun hanya semifinal. “Naik kelas (pertandingan) ini penjajakan. Kita tidak mematok target, yang penting Helena bisa bersaing. Syukurlah sampai final dan juara. Kejurkot yang akan datang, tentunya kami persiapkan dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, penyelenggaraan Kejurkot ini merupakan agenda kejuaraan terakhir di masa kepengurusan PBSI Kota Salatiga periode 2013-2017. Ketua Pengkot PBSI Salatiga, Didik Erna, mengatakan, PBSI Salatiga bakal segera menggelar muscab untuk memilih kepengurusan PBSI baru. “Sebelum Oktober kami merencanakan sudah terbentuk pengurus baru. Sehingga agenda kejurkot seri kedua tahun 2017 dapat digelar sesuai jadwal. Yakni sekitar bulan November – Desember,” paparnya.

Didik yang sudah tiga periode mengantongi SK sebagai Ketua Umum PBSI Salatiga, mendorong sosok lain maju sebagai ketua umum. “Beberapa tahun terakhir ini bulutangkis di Salatiga berkembang pesat. Banyak muncul klub-klub pembinaan dan bibit pemain handal. Hal ini tentunya diimbangi regenerasi (pengurus) dan ada sosok lain yang ikut berperan aktif agar bulutangkis lebih baik lagi,” pungkasnya. (fiq/smu)