33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

SMP Domenico Savio Eksiskan Kembali Pantomim

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Kritik sosial tak melulu diekspresikan melalui bahasa verbal, namun juga bisa dilakukan dengan cara berbeda yakni dengan menggunakan bahasa tubuh, melalui mimik dan isyarat sebagai cara berinteraksi. Hal Itu yang dilakukan anak-anak teater DOM’S SMP Domenico Savio Semarang saat menyuarakan kepedulian terhadap fenomena kehidupan  di jalanan masa kini, melalui pertunjukan Pantomim di sekitar Taman Srigunting kawasan Kota Lama Semarang, baru-baru ini.

Pertunjukan dibagi dalam beberapa kelompok,  di mana tiap-tiap kelompok menyampaikan cerita yang mengandung pesan-pesan berbeda. Seperti salah satu adegan menampilkan cerita tentang fenomena ketidakdispilinan berlalu lintas dengan mengendarai kendaraan bermotor secara ugal-ugalan. Ada pula  cerita yang tentang kepedulian terhadap sesama  dengan menolong orang yang sedang membutuhkan di jalanan.

Kepala SMP Domenico Savio Semarang, Albertus Suwarto FIC mengatakan, melalui seni pantomim ini  bisa membuka afeksi dan kepekaan anak-anak terhadap sesama di lingkungan sekitarnya, selain itu juga belajar mengekspresikan diri serta mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

”Yang tak kalah penting adalah pengalaman mengekspresikan ide gagasan harapan dan cita-cita,” katanya.

Salah satu pembina Teater DOM’S SMP Domencio Savio Semarang, Antonius Wiranto Adi menambahkan, keseriusan dan antusiasme anak-anak DOM’S dalam bermain pantomim menjadi modal untuk semakin  menggairahkan  dan menghidupkan  seni  pantomim  di Kota Semarang yang dirasa masih kurang semarak apabila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya, seperti Jogjakarta. (zen/sct/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Capaian Pembangunan Fisik Hingga Nonfisik Rendah

DPRD Kabupaten Magelang menyoroti sejumlah kinerja Pemkab Magelang yang belum menunjukkan progres positif hingga menjelang akhir 2017. Capaian indikator dari berbagai program belum terpenuhi. Wakil...

Hilangkan Citra Negatif, Rutin Kampanye Safety Driving

RADARSEMARANG.COM - Imej negatif komunitas mobil yang glamour, ugal-ugalan, hingga merugikan pengguna jalan coba dihilangkan oleh Tugu Muda Fortuner Community (Tufoc) Semarang. Komunitas otomotif...

Puluhan Ribu Nasi Bungkus Luwes dalam 4,5 Jam

RADARSEMARANG.COM, Kudus- Puluhan ribu nasi jangkrik habis dibagikan dalam waktu sekitar 4,5 jam. Nasi yang diyakini penuh barokah ini sangat dinantikan masyarakat. Tak hanya...

44 Pelukis Salatiga Pamerkan Karya 

SALATIGA – Ratusan karya lukis belasan perupa dipamerkan di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persipda) Kota Salatiga. Pameran bertajuk Pesona Seni Rupa Salatiga...

Revitalisasi Kota Lama Harus Terpadu

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendukung penuh pengembangan Kota Lama menjadi destinasi wisata kelas dunia. Potensi yang ada di kawasan peninggalan Belanda itu sangat...

Panen Melimpah, Gelar Nyadran Kupat Sewu

TEMANGGUNG—Warga Dusun Gedongan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, menggelar ritual Nyadran Kupat Sewu atau seribu ketupat, Jumat (18/8) kemarin. Ritual ini sebagai bentuk...