Rendah, Gaji Satpam di Retail dan Instansi

2378
HARUS STANDAR: Pengurus Abujapi Pusat dan Daerah saat menggelar konferensi pers di pelataran Candi Borobudur, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
HARUS STANDAR: Pengurus Abujapi Pusat dan Daerah saat menggelar konferensi pers di pelataran Candi Borobudur, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID— Profesi satpam di Indonesia  masih dianggap sebelah mata. Padahal, mereka bekerja dilindungi undang-undang dan jadi garis terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Hal itu menjadi salah satu topik penyusunan kebijakan program kerja Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) dalam rakernas yang digelar di Jogjakarta dan Kabupaten Magelang, kemarin. Mereka mengangkat isu tentang kesejahteraan satpam yang  belum layak.

”Pekerjaan satpam itu dilindungi oleh Undang-undang. Seharusnya dengan standar gaji layak, minimal di atas UMK, karena pekerjaan satpam cukup berat sebagai pengamanan,”  kata Ketua Umum Abujapi,  Budi Utomo, kepada wartawan di kawasan Candi Borobudur, kemarin. Padahal, kata Budi, profesi satpam  sebagai mitra keseharian dalam mengemban fungsi kepolisian di lapangan. ”Dalam beberapa kasus, banyak satpam yang menjadi korban pertama tindak kejahatan.”

Sejauh ini gaji satpam di Indonesia masih sangat rendah. Utamanya, mereka yang dipekerjakan di retail dan instansi pemerintahan. ”Gaji masih UMK, bahkan ada yang di bawahnya. Ini yang sedang kita perjuangkan.”

Meski menuntut standar tinggi, pihaknya juga tetap mendorong peningkatan profesionalisme satpam. Abujapi  sebagai induk organisasi yang menaungi 500 ribu satpam, memberikan pembekalan rutin dan peningkatan kapasitas satpam dalam hal penanganan keamanan. Meski begitu, masih ada ratusan ribu satpam yang belum menjadi anggota Abujapi. Pihaknya terus mendorong agar mereka bergabung untuk mendapatkan sertifikasi.

Ketua Panitia Rakernas,  Joko Utomo mengatakan, rapimnas diikuti 25 pengurus daerah tingkat provinsi se-Indonesia. Rapimnas dikemas dalam kegiatan bersama keluarga.  “Setelah rapimnas, kami melakukan rekreasi bersama, mengunjungi Lava Tour Merapi di Cangkringan, Sleman, serta mengunjungi Candi Borobudur, di Magelang.” (vie/isk)