TINJAU LOKASI: Nusyirwan Soedjono (kedua dari kanan) saat meninjau lokasi banjir bandang bersama Ketua DPRD Saryan Adi Yanto (kiri) dan sejumlah pejabat Kemen PUPR, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
TINJAU LOKASI: Nusyirwan Soedjono (kedua dari kanan) saat meninjau lokasi banjir bandang bersama Ketua DPRD Saryan Adi Yanto (kiri) dan sejumlah pejabat Kemen PUPR, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Percepatan penanganan pascabencana banjir bandang di Desa Citrosono dan Sambusari, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, mulai dipersiapkan. Seluruh kekuatan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumaha Rakyat (PUPR) diterjunkan untuk menyusun perencanaan rekonstruksi di kawasan terdampak bencana.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPR RI, Nusyirwan Soedjono di sela-sela kunjungan ke lokasi bencana, kemarin. “Hari ini (kemarin) saya hadir bersama sejumlah pejabat di Kementerian PUPR ada pak Dirjen Bina Marga ada juga dari Balai Sungai (BBWS). Supaya ini harus dilakukan percepatan penanganan pascabencana,” kata Nusyirwan.

Menurutnya, kejadian banjir bandang di Kecamatan Grabag, merupakan bencana yang terdeteksi sebelumnya. Sehingga, kata dia, langkah strategis yang terintegrasi antara perbaikan infrasturktur dan menyiapkan bangunan yang aman bagi masyarakat.

“Kalau perlu dibikin sungai ya sungai akan kita bikin. Tadi dari hasil rapat yang kita gelar dengan Kementerian PU beberapa sudah mulai melakukan pemetaan dan perencanaan. Jalannya bagaimana, sungainya seperti apa. Supaya di sini aman,” papar anggota DPR RI Komisi V ini

Selain itu, Nusyirwan berharap perlu ada kejelasan dan kepastian terkait koordinasi dan mekanisme dalam percepatan penanggulangan. Mulai dari Kementrian PUPR dan BNPB dan pemerintah daerah harus bersinergi. “Masyarakatnya juga harus disiapkan. Disadarkan bahwa mereka tinggal di daerah rawan bencana.”

Dalam kunjungannya, Nusyirwan menyempatkan berdialog dengan masyarakat sekitar bersama Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto. Nusyirwan juga meninjau sejumlah posko penanggulangan bencana yang didirikan Baguna PDI Perjuangan. “Saya melihat semangat gotong-royong masyarakat relawan di sini sungguh luar biasa.”

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto menilai pemulihan psikologis masyarakat sekitar harus segera diupayakan. Utamanya, bagi kalangan anak-anak di kawasan lokasi terdampak bencana. “Korban karena banjir bandang ini kan mayoritas juga anak-anak. Tempat belajar mereka juga terdampak bencana ini. Jadi pemulihan pascabencana juga harus fokus pada masyarakat secara personal.”

Seperti diberitakan, banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Grabag, akhir pekan lalu. Delapan rumah hilang serta puluhan lainnya rusak. Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Selain ke Kabupaten Magelang, kemarin Nusyirwan juga meninjau proyek pembangunan jalan di Kabupaten Temanggung. Proyek yang didanai lewat program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun 2016 ini berada di Desa Jlegong Kecamatan Bejen dan Desa Guntur Kecamatan Temanggung.

Nusyirwan menuturkan, proyek pembangunan yang baru saja rampung merupakan program terintegrasi. Artinya, proyek pembangunan jalan tersebut dengan pembiayaan penggabungan lewat dana desa dan dana PISEW. “Program pembangunan jalan desa yang terintegrasi merupakan contoh bagus. Bisa diaplikasikan di daerah lain,” ucapnya.

Kepala Desa Guntur Feri Fidiyarto membeber, jalan di desanya yang baru rampung dikerjakan sepanjang 1.380 meter, lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Proyek ini dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat sejak akhir November hingga Desember 2016. (vie/san/ton/isk)