Guru SMP IT PAPB Juara I OGN Semarang

929
BERPRESTASI: Lyla Uluwwi Syarfiyah saat menerima piala dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERPRESTASI: Lyla Uluwwi Syarfiyah saat menerima piala dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Prestasi membanggakan diraih oleh Lyla Uluwwi Syarfiyah, guru SMP Islam Terpadu PAPB di ajang Olimpiade Guru Nasional (OGN) tingkat Kota Semarang, mapel Bahasa Inggris yang baru-baru ini digelar.

Wanita kelahiran Semarang, 8 Agustus 1979 ini, menceritakan, perlombaan tersebut dilaksanakan pada 8 April lalu di SMKN 7 Semarang. Sedangkan untuk pengumumannya sendiri pada 24 April, dan penyerahan trofinya baru pada 2 Mei bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan HUT ke-470 Kota Semarang oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Lyla mengatakan sangat tidak percaya kala dia termasuk dalam pemenang. ”Jujur saya kaget bila nama saya tertera menjadi juara I di OGN tahun ini. Padahal saat ujian berlangsung, banyak yang lebih senior baik dari sisi pengalaman atau gelar pendidikan yang lebih tinggi. Namun kuasa Allah membuktikan berbekal keyakinan dan kepercayaan diri akhirnya saya bisa menjadi juara,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, saat OGN tersebut, terdapat 50 peserta yang ikut, dan dilakukan serangkaian tes. Adapun jenis tesnya mulai materi profesional dan pedagogik, di mana hasil nilai tertinggi itulah yang kemudian dinobatkan sebagai juara. Atas keberhasilan ini, kuncinya adalah berani maju, mencoba, dan tidak mempedulikan saingan yang ada dengan tetap menjaga rasa percaya diri.

Di akhir wawancara, alumnus IKIP PGRI Semarang (UPGRIS) ini punya harapan besar semoga bisa lanjut di tingkat provinsi pada Juni mendatang. Atas kemenangan ini pula, ada kesan tersendiri bagai menemukan hal baru, yakni ingin lebih mengembangkan potensi yang selama ini tertidur, menjadi inspirasi anak-anak dan sekaligus membuktikan bahwa sekolah swasta juga bisa bersaing secara kompetitif dengan negeri dalam hal prestasi.

Kepala SMP Islam Terpadu PAPB, Ramelan, mengaku senang dengan prestasi salah satu gurunya. ”Ini berarti terbuka lebar bahwa prestasi hakikatnya bisa diperoleh oleh siapa saja tanpa memandang status sekolah,” katanya. (aro/ce1)