33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Bripda Teguh Dipidana 4 Tahun

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Akibat kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,55 gram, oknum polisi yang bertugas di Polsek Semarang Timur, Bripda Teguh Armaeyanto harus duduk di kursi pesakitan. Atas kasus tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 1 miliar, hanya saja subsider dendanya cuma selama satu bulan kurungan.

Selain pidana denda, anggota polisi yang sedang menjalani sidang disersi tersebut, juga dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. ”Terdakwa Teguh Armaeyanto dijatuhi pidana selama empat tahun penjara, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa,” kata hakim Pujdo Hunggul, Rabu (3/4).

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut terdakwa dengan hukuman enam tahun penjara. Dalam perkara itu, Bripda Teguh ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah karena membawa sabu.

Mantan anggota Unit Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polsek Gayamsari Semarang itu ditangkap pada Selasa (10/1) lalu di Jalan Veteran, Kota Semarang. Saat ditangkap, Bripda Teguh sedang membawa sabu-sabu seberat 0,55 gram.

Atas vonis tersebut, terdakwa langsung menyatakan menerima. Hal itu disampaikan penasihat hukum terdakwa, Andi Dwi Oktavian. ”Kami menerima putusan dan tidak akan mengajukan banding,” kata Andi singkat.

Menanggapi vonis tersebut, anggota DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Lidia Siska Rini menganggap pidana denda yang dijatuhkan majelis hakim kurang tegas. Menurutnya dalam kasus tersebut terdakwa Bripda Teguh Armaeyanto merupakan penegak hukum, sehingga seharusnya pidana dendanya untuk subsider penggantinya tidak 1 bulan kurungan, melainkan 1 tahun kurungan. Melihat vonis tersebut, ia menganggap hakim tidak memberikan efek jera, khususnya di kalangan penegak hukum dan pengedar.

”Untuk memberantas narkoba perlu peran semua pihak, tapi kalau vonisnya kurang tegas bagi penegak hukum, bisa-bisa pelaku dan pengedar semakin merajalela. Kalau namanya penegak hukum bisa bermain, patut diduga jaringannya juga kuat, kami minta Polda telusuri dengan maksimal jaringan itu,” kata Lidia. (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peserta VKN Kemenkes Kunjungi Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 18 orang peserta visitasi kepemimpinan nasional (VKN) kemarin mengunjungi Pemkab Demak. Kedatangan peserta pendidikan dan pelatihan Diklatpim Tingkat II Kementerian Kesehatan...

Rukunkan Warga, Gelar Festival Budaya

MAGELANG–Untuk merukunkan kembali dan mempererat silaturahmi antarwarga Kampung Canguk, Nambangan, dan Candi, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Komunitas Seni Canguk Nambangan Candi (CNC) menggelar...

Lima Bulan, 22.692 Pengendara Ditilang

SEMARANG - Jumlah pelanggar lalu lintas di wilayah Kota Semarang dari Januari hingga 24 Mei 2017 diketahui mencapai 22.692 kasus, yang meliputi pengendara motor...

PLN Surplus Daya 1000 Megawatt 

DEMAK - Keberadaan listrik menjadi sangat vital untuk mencukupi kebutuhan energi sehari hari, termasuk untuk perusahaan. Di Jateng, surplus daya listrik mencapai 1000 Megawatt....

Blangko KTP-el Masih Kurang

WONOSOBO - Warga pemegang surat keterangan (suket) KTP elektronik (KTP-el) diminta untuk lebih bersabar dan tidak terlalu menuntut untuk segera memiliki KTP-el asli. Sebab,...

Pemanasan Sebelum POPNAS

SEMARANG – Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng bersama Universitas Semarang (USM) akan menggelar kejuaraan taekwondo yang cukup bergengsi tahun ini. Bahkan boleh dikatakan kejuaraan...