BNNP Bidik Napi Kedungpane

Diduga Kendalikan Peredaran Sabu

608
GELAR PERKARA: Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Toufik Sulistyo. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Toufik Sulistyo. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) masih terjadi. Kali ini, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu seberat 100 gram. Diduga, bisnis barang haram itu dikendalikan oleh seseorang napi Lapas Kelas IA Kedungpane, Semarang yang kini tengah dibidik.

Pengedar sabu yang ditangkap diketahui bernama Toufik Sulistyo (TS), 35, asal Dusun Ngacir RT 4 RW 3 Desa Ngenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Ia dibekuk petugas BNNP Jateng di Jalan Pandansari Raya RT 1 RW 3 Kelurahan Pandansari, Semarang Tengah, Rabu (19/4) sekitar pukul 20.00 lalu.

Dalam penangkapan itu, petugas menemukan paket sabu seberat 100 gram yang dibungkus plastik di saku celana Toufik. Selain itu, dari tangan pria yang kini berdomisili di Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur tersebut disita sepeda motor warna putih tanpa pelat nomor yang dipakai pelaku saat mengambil sabu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan, penangkapan tersangka Toufik bermula adanya informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba di Jalan Tanjung, tak jauh dari Stasiun Poncol, Rabu (19/4) malam. Petugas yang mendapat informasi, langsung melakukan pengintaian di lokasi tersebut.

Tak berselang lama, datang seseorang mengendarai motor, dan berhenti di depan tempat cuci motor di Jalan Pandansari. Pengendara itu lantas turun dari motornya, dan mengambil bungkusan plastik yang disimpan di tepi jalan. ”Bungkusan itu diambil lalu dimasukkan saku celana,” kata Tri Agus Prasetyo saat gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Rabu (3/5).

Melihat itu, petugas yang melakukan pengintaian langsung bergerak. Pria yang belakangan diketahui bernama Toufik Sulistyo itu ditangkap, dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, petugas mendapati serbuk putih terbungkus plastik yang diduga sabu.

”Pelaku langsung dibawa ke markas BNNP Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel serbuk putih itu kemudian dikirim ke Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang. Hasilnya positif, barang itu mengandung methamphetamine atau sabu,” jelasnya.

Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, Toufik mengaku mengambil sabu tersebut atas suruhan orang lain. Namun demikian, tersangka sempat berbelit-belit dalam memberikan keterangan saat pemeriksaan.

”Ngakunya dari orang lain. Cuma dia (Toufik) tidak menyebutkan nama aslinya. Dia hanya menyebut nama panggilannya. Ini masih terus dikembangkan. Dia mengaku baru satu kali (mengambil sabu), tapi kemungkinan lebih dari satu kali,” ujarnya.

Suprinarto mengakui, orang yang dimaksud Toufik saat ini berada di Lapas Kelas IA Kedungpane. Napi tersebut kini tengah dibidik petugas BNNP. Hanya saja, pihaknya enggan membeberkan terkait jaringan tersebut. ”Iya. Ini masih kita kembangkan, kita dalami dulu supaya bisa diungkap,” katanya.

Dia menambahkan, tersangka Toufik baru menjalani akad nikah di sel tahanan BNNP Jateng, Jumat (28/4) pagi lalu. Ia terpaksa menikah di markas BNNP lantaran rencana pernikahannya sudah ditentukan sebelumnya. Selain itu, keluarga mempelai wanita tak keberatan menikah di sel penjara. ”Iya, kemarin dia nikah di sini. Dia tinggalnya di Mlatibaru. Kalau pekerjaannya, saya kurang tahu, tapi di e-KTP tercatat sebagai wiraswasta,” jelasnya.

Saat ini, Toufik masih ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia akan dijerat pasal 114 (2), 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tri Agus Heru Prasetyo menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait berkomitmen untuk bersama-sama dalam memerangi narkoba di wilayah Jateng. Pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan para pengedar narkoba menggunakan terjangan timah panas. ”Kalau hanya ancaman hukuman penjara, saya kira belum memberikan efek jera. Kita juga mendorong kepada petugas lapas untuk terus mengambil tindakan tegas,” katanya. (mha/aro/ce1)