33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Tempat Usaha Pemotongan Ayam Resahkan Warga

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Keberadaan tempat pemotongan ayam UD Wijaya di lingkungan Kuncen Kelurahan Ungaran Kecamatan Ungaran Barat dipersoalkan warga setempat. Pasalnya limbah dari pemotongan tersebut menimbulkan bau yang menyengat.

Warga setempat, Yosi Abiyoso, 43, menuturkan jika keberadaan tempat pemotongan ayam tersebut sudah empat tahun lamanya. Sebelumnya, tempat yang juga dihuni oleh sang pemilik bernama Subiyanto tersebut merupakan penampungan ayam potong. “Warga di sini cuma mempersoalkan dampak lingkungan dari aktivitas pemotongan di tempat itu saja, bukan pemiliknya, namun usahanya,” ujar Yosi saat ditemui, Selasa (2/5) kemarin.

Yosi merupakan salah satu warga yang terdampak langsung dari aktivitas tersebut. Pasalnya, kediaman Yosi bersebalahan persis dengan lokasi pemotongan yaitu di RT 12 RW 01 yang setiap hari harus disuguhi bau limbah pemotongan ayam. “Dari pihak RT dan kelurahan juga sudah memberikan warning, namun yang punya masih bandel,” katanya.

Selain pengurus kelurahan setempat, warga sudah mengadukan persoalan tersebut ke pihak Satpol PP Kabupaten Semarang. “Apalagi tidak ada izin HO, jadi kami laporkan,” ujarnya.

Pelaporan warga ke pihak Satpol PP tersebut juga dilakukan melalui surat resmi. Tertanda tangan pihak kelurahan. “Bahkan pihak Satpol PP sudah memberikan SP (Surat Peringatan) 2,” katanya.

Dikatakan Yosi, saat diberikan SP 2 oleh Satpol PP pihak pemilik tempat pemotongan juga berjanji akan memindahkan aktivitasnya tersebut. “Namun sampai bertahun-tahun tidak ada kejelasan soal pindahnya kapan. Nah ini akan kami tanyakan kembali ke Satpol PP terkait kelanjutan SP 3 tersebut,” tuturnya.

Pihak warga mengaku resah dengan keberadaan tempat pemotongan ayam tersebut. “Baunya sangat menyengat, padahal kanan kiri merupakan rumah warga dan belakang pemotongan itu merupakan TPQ dan Musala,” ujarnya.

Dijelaskan Yosi, aktivitas pemotongan ayam biasanya dilakukan pada waktu jam istirahat warga. Yaitu pada tengah malam, tepatnya di atas pukul 00.00. Limbahnya sendiri dibuang langsung ke selokan yang bermuara ke selokan warga. “Dari Satpol PP juga sudah datang kesitu, dari Dinas Lingkungan Hidup sekitar 1 tahun lalu juga sudah mewarning. Karena untuk pemotong ayam tidak bisa disini, Pemkab Semarang sudah menyediakan tempat pemotongan sendiri,” katanya.

Sampai saat ini, warga masih menuntut kepada pemilik tempat pemotongan ayam tersebut untuk segera memindahkan aktivitas usahanya, karena sangat menganggu. “Dari keterangan pemilik usaha, saat diminta pindah ke tempat pemotongan yang sudah disediakan Pemkab Semarang, alasannya lokasinya tidak representatif,” ujarnya.

Saat pemilik usaha hendak dikonfirmasi, awak media hanya ditemui oleh istri pemilik tempat pemotongan tersebut yaitu Agustina, 60. Terkait perizinan, ia mengakui jika tempat usahanya tidak memiliki. “Tidak ada izin, karena izin harus dimulai dengan kanan dan kiri. Tetapi wong samping ini tanah kosong, kalau warga enggan tanda tangan HO lalu saya harus bagaimana,” ujar Agustina.

Ia juga mengakui jika selama ini memang tidak ada kompensasi apapun ke warga. “Kalau terus terang minta kompensasi, saya pasti akan berikan. Karena ini risiko dari usaha saya,” ujarnya.

Terkait dengan persoalan bau yang menyengat, ia menjelaskan jika tempat usahanya sudah dilengkapi dengan septictank/pembuangan akhir. Satpol PP Kabupaten Semarang saat dikonfirmasi menjelaskan jika pihaknya sudah memberikan surat perintah pemindahan tempat usaha tersebut. Surat bernomor 733/814 tersebut langsung ditujukan kepada pemilik usaha yaitu Subiyanto.

“Karena tidak menggubris 4 perda Kabupaten Semarang, 2 surat dari warga, dan 2 surat warning dari Satpol PP maka segera harus dipindah,” ujar Plt Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, M Risun.

Ke empat perda yang dimaksud yaitu Perda Kab Semarang no 9/2014 tentang izin gangguan, Perda Kab Semarang no 10/2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Perda Kab Semarang no 2/2015 tentang bangunan gedung, Perda Kab Semarang no 2/2016 tentang peternakan dan kesehatan hewan. “Terhitung mulai Senin 15 Mei 2017 kami minta kepada pemilik untuk menghentikan kegiatan usaha pemotongan ayam tersebut atau memindahkan ke tempat pemotongan ayam yang sudah disediakan Pemkab Semarang,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...