KREATIF: Muhammad Rizal Mustofa menggambarkan sosok pahlawan di atas kanvas menggunakan serutan kayu. (Tsalistati Afiati/Jawa Pos Radar Semarang)
KREATIF: Muhammad Rizal Mustofa menggambarkan sosok pahlawan di atas kanvas menggunakan serutan kayu. (Tsalistati Afiati/Jawa Pos Radar Semarang)

KI Hajar Dewantara merupakan pahlawan nasional sekaligus bapak pendidikan nasional Indonesia yang mempunyai semangat dan motivasi tinggi dalam merintis pendidikan umum di Indonesia. Semangat itulah yang mendorong Muhammad Rizal Mustofa untuk menghadirkan sosok Ki Hajar Dewantara di atas kanvas bermediakan serutan kayu.

Pria asal Jepara itu menjelaskan, melalui karyanya ini dia ingin memotivasi para pelajar agar lebih mengenal pahlawan terutama pahlawan pendidikan.

”Melalui lukisan ini saya ingin menularkan semangat beliau kepada generasi sekarang, supaya lebih semangat dan tekun belajar demi negara Indonesia yang lebih baik,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (2/5) kemarin.

Menurutnya, lukisan menggunakan media serutan kayu ini dirasa baru kali pertama kali. Dipilih serutan kayu, karena dirinya ingin memanfaatkan limbah serutan kayu di lingkungannya yang banyak.

Ya kalo medianya pake kayu sih udah ada, cuman kalo pake serutan kayu dengan teknik kolase saya rasa belum banyak yang bikin. Saya ingin mengolah limbah agar bernilai seni tinggi dan mempunyai nilai ekonomis tinggi juga, jadi nggak dibuang begitu saja,” imbuh pria yang tinggal Patemon, Gunungpati, Semarang itu.

Untuk mengaplikasikan serutan kayu di atas kanvas, Rizal hanya membutuhkan alat sederhana seperti lem kayu, tripleks, kanvas, pinset, pensil, dan juga penghapus.

”Kayu jati dipakai karena karakteristik warnanya sudah bagus, untuk kebutuhan warna lain aku tambahin pewarna kayu. Kurang lebih 2-3 minggu untuk pengerjaannya. Yang paling sulit di bagian wajah, soalnya harus memadukan warna agar sesuai sama karakter tokohnya,” jelas lelaki 25 tahun itu.

Karya seni menggunakan teknik dan bahan dasar serutan kayu tersebut juga telah mengantarkan Rizal menjadi Sarjana Pendidikan Seni pada 2015 lalu. Selain Ki Hajar Dewantara, sejumlah tokoh pahlawan nasional Muh Hatta, Ir Soekarno, RA Kartini juga pernah dibuatnya. ”Ya Alhamdulillah sekarang udah mulai ada pesanan buat koleksi pribadi,” ungkapnya.

Ke depan, dia beharap dapat membuat sebuah pameran lukisan tunggal. Serta bisa menginspirasi teman-teman lain untuk memanfaatkan limbah di sekitarnya.

”Berkarya itu bisa melalui apa pun, bahkan yang ada di sekeliling kita. Semoga generasi muda bisa lebih memanfaatkan limbah yang ada di daerah sekitar lingkungannya, agar lebih bermanfaat,” pungkasnya. (tsalistati afiati/zal/ce1)