33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Sulap Limbah Serutan Kayu Jadi Karya Bernilai Seni Tinggi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KI Hajar Dewantara merupakan pahlawan nasional sekaligus bapak pendidikan nasional Indonesia yang mempunyai semangat dan motivasi tinggi dalam merintis pendidikan umum di Indonesia. Semangat itulah yang mendorong Muhammad Rizal Mustofa untuk menghadirkan sosok Ki Hajar Dewantara di atas kanvas bermediakan serutan kayu.

Pria asal Jepara itu menjelaskan, melalui karyanya ini dia ingin memotivasi para pelajar agar lebih mengenal pahlawan terutama pahlawan pendidikan.

”Melalui lukisan ini saya ingin menularkan semangat beliau kepada generasi sekarang, supaya lebih semangat dan tekun belajar demi negara Indonesia yang lebih baik,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (2/5) kemarin.

Menurutnya, lukisan menggunakan media serutan kayu ini dirasa baru kali pertama kali. Dipilih serutan kayu, karena dirinya ingin memanfaatkan limbah serutan kayu di lingkungannya yang banyak.

Ya kalo medianya pake kayu sih udah ada, cuman kalo pake serutan kayu dengan teknik kolase saya rasa belum banyak yang bikin. Saya ingin mengolah limbah agar bernilai seni tinggi dan mempunyai nilai ekonomis tinggi juga, jadi nggak dibuang begitu saja,” imbuh pria yang tinggal Patemon, Gunungpati, Semarang itu.

Untuk mengaplikasikan serutan kayu di atas kanvas, Rizal hanya membutuhkan alat sederhana seperti lem kayu, tripleks, kanvas, pinset, pensil, dan juga penghapus.

”Kayu jati dipakai karena karakteristik warnanya sudah bagus, untuk kebutuhan warna lain aku tambahin pewarna kayu. Kurang lebih 2-3 minggu untuk pengerjaannya. Yang paling sulit di bagian wajah, soalnya harus memadukan warna agar sesuai sama karakter tokohnya,” jelas lelaki 25 tahun itu.

Karya seni menggunakan teknik dan bahan dasar serutan kayu tersebut juga telah mengantarkan Rizal menjadi Sarjana Pendidikan Seni pada 2015 lalu. Selain Ki Hajar Dewantara, sejumlah tokoh pahlawan nasional Muh Hatta, Ir Soekarno, RA Kartini juga pernah dibuatnya. ”Ya Alhamdulillah sekarang udah mulai ada pesanan buat koleksi pribadi,” ungkapnya.

Ke depan, dia beharap dapat membuat sebuah pameran lukisan tunggal. Serta bisa menginspirasi teman-teman lain untuk memanfaatkan limbah di sekitarnya.

”Berkarya itu bisa melalui apa pun, bahkan yang ada di sekeliling kita. Semoga generasi muda bisa lebih memanfaatkan limbah yang ada di daerah sekitar lingkungannya, agar lebih bermanfaat,” pungkasnya. (tsalistati afiati/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Serahkan Bantuan 19 Kendaraan Operasional

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin menyerahkan bantuan 19 sepeda motor operasional kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari 19 kecamatan di Stadion Pandanaran Wujil...

Menikmati Keindahan Curug Sigandul Sodong

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dari lima belas kecamatan di Kabupaten Batang, Wonotunggal salah satu kecamatan yang memiliki potensi wisata cukup banyak. Ke depan dapat dijadikan paket...

Kemeriahan Malam Kenangan Siswa SMP PL Domenico Savio Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Malam kenangan siswa-siswi kelas IX SMP PL Domenico Savio Semarang tahun ajaran 2017/2018 berlangsung gegap gempita. Ribuan Domsavian yang terdiri dari...

Tekuni Bisnis Berawal dari Iseng

RADARSEMARANG.COM - INDAH Asana terlahir dari keluarga pengusaha konveksi. Namun gadis kelahiran Salatiga, 1 September 1993 ini tidak menjadi sosok yang manja dan bergantung...

Bangun Eksistensi di Dunia Digital

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Era digitalisasi saat ini coba dimanfaatkan oleh Main Dealer Astra Motor Jateng. Salah satunya dengan mengundang 15 pemilik bengkel resmi sepeda...

Kandaskan PSIR, Persibat Jauhi Degradasi

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pada pertandingan terakhir di paruh pertama Liga 2 Indonesia, Persibat Batang akhirnya sukses menjauhi zona degradasi, setelah mengandaskan tamunya PSIR Rembang di...