Mensos Terharu Dengar Cerita Aryati

2524
TERHARU: Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa, memberikan dukungan moril kepada salah satu korban banjir bandang di Grabag, Kabupaten Magelang, Aryati Rahayu, yang merupakan bidan desa. Aryati kehilangan tiga anggota keluarganya. Tampak Menteri Khofifah menahan air mata saat mendengar cerita Aryati, ketika menjenguknya di RSUD Tidar Kota Magelang, tempat Aryati dirawat, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
TERHARU: Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa, memberikan dukungan moril kepada salah satu korban banjir bandang di Grabag, Kabupaten Magelang, Aryati Rahayu, yang merupakan bidan desa. Aryati kehilangan tiga anggota keluarganya. Tampak Menteri Khofifah menahan air mata saat mendengar cerita Aryati, ketika menjenguknya di RSUD Tidar Kota Magelang, tempat Aryati dirawat, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa, memberikan dukungan moril kepada para korban musibah banjir bandang Dusun Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang yang saat ini dirawat di ruang Anyelir RSUD Tidar Kota Magelang, kemarin. Mensos juga menyerahkan bantuan kepada Aryati Rahayu, Sumarlan, dan bocah 6 tahun, Ahmad Fauqi.

Mulanya, Mensos Khofifah menuju ruang tempat Aryati dirawat. Suasana berubah haru, ketika Khofifah memeluk Aryati dengan erat. Khofifah tampak terharu, saat mendengarkan cerita Aryati, bidan yang suami dan dua anaknya—serta pembantunya—tewas dalam banjir bandang pada Sabtu (29/4) lalu. Kedua matanya berkaca-kaca, menahan air matanya. “Yang ikhlas, karena semua ini kehendak Allah,” kata Khofifah kepada Aryati.

Ia meminta Aryati tak larut dalam kesedihan. Menteri Khofifah juga berpesan kepada bidan Aryati untuk mengikuti saran dokter selama memberikan penangan medis di rumah sakit. Mensos ingin Aryati segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya. “Jangan patah semangat ya, segera pulih dan mengabdi kepada masyarakat.”

Aryati bercerita, ia sempat tenggelam dan terbawa arus banjir. Saat menceritakan itu, dia terlihat tegar. Namun, saat mengenang kebaikan almarhum suaminya, air mata Aryati tak berhenti bercucuran. Di mata Aryati, suaminya sosok yang sempurna, bertanggungjawab, penyayang, dan punya banyak teman. “Suami saya itu sering mijitin saya,” ungkapnya sambil menangis.

Sebelum kejadian, ia bersiap pergi ke Blabak, Kabupaten Magelang, untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya. Anaknya yang berusia empat tahun, sudah mengenakan pakaian baru. Sementara anaknya yang masih berusia 16 bulan, masih tertidur pulas.

Kemudian, ia mendegar suara gemuruh sekitar tiga detik. Tiba-tiba, air bersama lumpur menghantam rumah dan memporak-porandakan sekitar rumahnya. “Suara takbir bersahutan, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ucapnya menirukan suasana saat musibah itu terjadi.

Dia terpisah dari anggota keluarganya, lalu terbawa arus dan terjebak. Dirinya tak mampu menyelamatkan diri sendiri. “Saat itu saya sudah pasrah, bahkan saya kira saya lumpuh karena kaki saya tidak bisa bergerak. Tapi Alhamdulillah saya ditemukan oleh para relawan dan sekarang kondisi saya sudah semakin membaik,” tutur Aryati, lirih.

Meski kehilangan banyak anggota keluarganya, Aryati tetap bersyukur. Ia ingin segera bisa beraktivitas dan kembali ke masyarakat. “Ini kebesaran Allah dan Allah mengingatkan kita semua. Saya kuat karena Allah dan Alquran. Setiap saya merasa sedih, saya membaca Alquran karena itu obat penawar bagi saya. Saya merasa lebih tenang dan lebih ikhlas,” ucapnya.

Direktur RSUD Tidar Kota Magelang, dr Sri Harso mengungkapkan, kondisi ketiga pasien pindahan dari Puskesmas 1 Grabag itu semakin membaik. Sengaja ia jadikan dalam satu bangsal, untuk memudahkan pemantauan pasien korban bencana banjir bandang. “Berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi ketiganya mulai dari sedang sampai ringan,” kata dr Sri didampingi Kasi Rawat Inap, Nasrodin.

Dalam kesempatan kemarin, Mensos Khofifah menyerahkan santunan ahli waris korban meninggal dunia Rp 15 juta per jiwa, dan Rp 5 juta untuk korban luka berat. Setelah itu, Kofifah menuju lokasi bencana. Dalam kunjungan ke Magelang, total bantuan yang diserahkan sebesar Rp 226,5 juta. Rinciannya, santuan ahli waris korban meninggal Rp 195 juta, Rp 15 juta korban luka berat, dan losgistik Rp 116,5 juta. (put/isk)