PEJABAT SEMENTARA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Jateng, Siswo Laksono menjadi Penjabat (Pj) Bupati Batang di Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEJABAT SEMENTARA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Jateng, Siswo Laksono menjadi Penjabat (Pj) Bupati Batang di Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Penjabat (Pj) Bupati Batang, Siswo Laksono berjanji tidak akan ada mutasi staf selama ia menjabat Pj Bupati Batang. Walaupun kini, dirinya menjadi pimpinan tertinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, sebelum bupati dan wakil bupati dipilih dilantik.

“Selama menjabat, saya berjanji tidak akan ada mutasi jabatan atau mengganti pejabat baru. Semua itu, akan diserahkan kepada bupati difinitif yaitu bupati dan wakil bupati terpilih, H Wihaji dan Suyono,” sebutnya, Minggu (30/4) kemarin.

Siswo menjelaskan bahwa dirinya dilantik sebagai penjabat bupati, karena melaksanakan amanat Mendagri, sambil menunggu bupati dan wakil bupati terpilih dilantik. “Hingga sekarang, untuk waktunya sampai kapan, saya menjadi penjabat bupati, saya juga belum tahu. Semua keputusan ada di tangan pimpinan (Gubernur, red) dan Mendagri,” tambahnya.

Namun, berdasarkan Undang-Undang nomor 10 tahun 2017, untuk pelaksanaan pelantikan Pilkada serentak, pelantikan kepala daerah yang baru akan dilaksanakan bersama-sama dengan masa jabatan bupati yang terakhir. Untuk Jawa Tengah, masa jabatan bupati terakhir ada di Kabupaten Brebes. “Namun kemarin saya dapat informasi dari gubernur, bahwasanya telah mengusulkan kepada Mendagri agar pelantikannya dipercepat separuh dulu. Jadi yang sudah siap segera dilantik saja,” kata Siswo Laksono.

Terkait tugasnya saat ini, dirinya akan mengisi aktivitas dengan menginventarisasi permasalahan yang ada di Kabupaten Batang. Walaupun secara resmi belum dapat ketemu bupati dan wakil bupati terpilih. Karena ke depan bupati dan wakil bupati terpilih, harus segera menyusun RPJMD dan RKPD sebagai dasar untuk menyusun KUA-PPAS dan anggaran tahun 2018 sesuai dengan visi misinya.

Selama menjabat, Pj Bupati Siswo Laksono juga akan memprioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan di Batang yang nilainya mencapai 12 persen. Selain itu, mengkoordinasikan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) langsung dilaksanakan untuk percepatan, serta permasalahan terkait dengam infrastruktur jalan di Kabupaten Batang agar segera terselesaikan.

“Kami juga sudah bertemu dengan dengan teman-teman LPSE agar pekerjaan perbaikan jalan segera dilakukan lelang. Dari 100 lebih proyek, 40-an harus sudah dilelang dan juga penunjukan langsung segera dilaksnakan, sehingga kegiatan bisa segera dilaksanakan,” tutup Pj Bupati Siswo Laksono. (han/ida)