33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Hasil Seleksi Perangkat Desa Banyak Kesalahan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN – Pengumuman seleksi perangkat desa di Kabupaten Semarang diwarnai kesalahan. Karena itu, pengumuman harus kembali direvisi.

”Pengumuman tidak sesuai hasil nilai tes yang dilakukan pihak ketiga, yakni perguruan tinggi yang bekerja sama dengan panitia desa,” ujar anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Semarang, Badarudin, Senin (1/5) kemarin.

Seperti halnya di Desa Gunung Tumpeng Kecamatan Suruh. Kesalahan terjadi pada pengumuman peringkat hasil nilai seleksi. Diumumkan peringkat pertama atas nama Linda Nugrahani, tapi hasil nilai tes Linda Nugrahani di urutan kelima. Peringkat pertamanya atas nama Ezti Zakia Darojat.

Ia pun menyayangkan dengan kondisi tersebut. Sehingga pengumuman hasil tes yang diikuti 28 calon perangkat desa tersebut harus direvisi. Revisi pengumuman hasil seleksi perangkat desa harus dilakukan kepada pihak ketiga selaku penyelenggara.

Untuk desa tersebut, pihak ketiga sebagai penyelenggara yaitu Universitas Dianuswantoro (Udinus) Semarang. ”Meski akhirnya direvisi, tapi hasil nilai tesnya sudah telanjur diumumkan terlebih dahulu. Adanya kesalahan ini, membuat kecewa dan berpengaruh pada psikologis calon perangkat desa yang semula ada di peringkat pertama,” ujarnya.

Menurut Badarudin, adanya kesalahan dalam mengumumkan hasil nilai tes calon perangkat desa tersebut semakin menunjukkan ketidaktelitian dan ketidakkeseriusan dari perguruan tinggi yang merupakan panitia seleksi.

”Sejak awal harusnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) menekankan kepada pihak ketiga penyelenggaran seleksi agar profesional,” katanya.

Keprofesionalitasan tersebut seperti melakukan pengecekan terhadap sumber daya manusia (SDM) dan perangkat pendukungnya. ”Sehingga tidak terjadi kesalahan. Sebab Dispermasdes yang mengarahkan penggunaan pihak ketiga, meskipun kerja samanya langsung dengan panitia desa,” ujarnya.

Selain itu, dari pantauan yang dilakukan dirinya, saat pelaksanaan seleksi para peserta juga terhambat akses internet yang lamban. Akibatnya, uji kompetensi praktik komputer saat materi pengiriman email menjadi terganggu dan cenderung banyak yang tidak terkirim. ”Ketika sampai batas akhir, ternyata email tidak terkirim. Hal itu tentu memengaruhi nilai,” ujarnya.

Dikatakannya lebih lanjut, pihak Udinus sudah mengeluarkan surat pernyataan atas kesalahan teknis tersebut. Surat yang tertanda tangan atas nama Prof Vincent Didiek Wiet Aryanto MBA PhD memberitahukan kesalahan teknis dalam menentukan peringkat ada kesalahan.

Sehingga keputusan hasil seleksi perlu diperbaiki. Atas kesalahan itu telah dilakukan perubahan penempatan perangkat yang sebelumnya tidak sesuai dengan nilai akhir yang tertinggi pada Minggu (30/4) dengan hasil penilaian tes tidak ada perubahan.

”Maka bersama ini, kami melakukan penyesuaian berdasarkan nilai tertinggi sebagaimana terlampir. Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Atas nama panitia memohon yang sebesar-besarnya,” ujar Vincent dalam surat pernyataan yang ditembuskan ke Kepala Dispermasdes dan Camat Suruh Kabupaten Semarang. (ewb/ida/ce1)

  1. MEMINTA MAAF MEMANG MUDAH, ……TAPI……MEMBUAT KECEWA……DI DESA JAMBU JUGA TERJADI KESALAHAN BERKAS DESA LAIN

  2. Seperti Ada kesenjangan…didalamnya…buat yg lain ini pelajaran Dan jgan sampai Ada diskriminasi penilaian ditempat lain…..Karena biasanya cenderung dimonopoli org salam.laku

    kan kejujuran Demi bangsa tolong perhatiannya.

  3. Di demak tgl 28 khususnya kec guntur hasil nya juga tida memuaskan. Banyak sekali geganjalan nilai. Seakan nilai di rekayasa sangat nyata. Yg di permasalahkan sekarang 1.yg tidak ikut ujian dapat nilai 40. Sedangkan yg ikut ujian dpt nilai 16. 2.namapeserta ada dua nama dgn nilai yg ber beda. Ini tlah mencoreng nama perguruan tinggi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kuras Perhiasan, Terapis Ditangkap

MAGELANG—Yenny Purwasih alias Yuni, 29, perempuan yang tinggal di Jalan Magelang-Jogja Km 11 Desa Blabak, Mungkid, Kabupaten Magelang, akan merayakan Lebaran tahun ini di...

Risih Kondisi Pasar Doro, Ketua PKK Turun Tangan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kondisi Pasar Doro yang kumuh, membuat Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, prihatin. Sebagai bentuk kepedulian dan cinta lingkungan, Selasa (30/1) tim...

Keputusan Berani Subangkit

SUBANGKIT termasuk salah satu pelatih papan atas di pentas sepak bola Tanah Air. Namun musim kompetisi ini, pelatih asal Pasuruan ini rela “turun gengsi”...

Tigapuluh Persen Belum Daftarkan Karyawannya

TEMANGGUNG—Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta perusahaan di Temanggung dan Magelang untuk mendaftarkan semua karyawannya menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). BPJS Kesehatan Kantor...

Membuang Jarak dengan Mahasiswa

DALAM memberikan pendidikan terhadap anak didik yakni mahasiswa dan mahasiswi Untag, dirinya membuang jarak. Artinya membentuk kondisi kedekatan antar mahasiswa dan pengajar. Selain itu...

Tumpukan Emas Batangan Senilai Ratusan Miliar Hingga Uang Laser

Museum hingga kini belum jadi lokasi favorit wisata. Perlu inovasi untuk menggaet wisatawan agar mau berkunjung ke museum. Seperti yang dilakukan di Museum Bank...