Hasil Seleksi Perangkat Desa Banyak Kesalahan

10409
DILANTIK : Wiwit Ariyanto dan Doni Prestiawan, perangkat Desa Sempu yang baru saja dilantik berfoto bersama Kades Sempu Puji Hantoro dan pejabat pemerintahan setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DILANTIK : Wiwit Ariyanto dan Doni Prestiawan, perangkat Desa Sempu yang baru saja dilantik berfoto bersama Kades Sempu Puji Hantoro dan pejabat pemerintahan setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

UNGARAN – Pengumuman seleksi perangkat desa di Kabupaten Semarang diwarnai kesalahan. Karena itu, pengumuman harus kembali direvisi.

”Pengumuman tidak sesuai hasil nilai tes yang dilakukan pihak ketiga, yakni perguruan tinggi yang bekerja sama dengan panitia desa,” ujar anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Semarang, Badarudin, Senin (1/5) kemarin.

Seperti halnya di Desa Gunung Tumpeng Kecamatan Suruh. Kesalahan terjadi pada pengumuman peringkat hasil nilai seleksi. Diumumkan peringkat pertama atas nama Linda Nugrahani, tapi hasil nilai tes Linda Nugrahani di urutan kelima. Peringkat pertamanya atas nama Ezti Zakia Darojat.

Ia pun menyayangkan dengan kondisi tersebut. Sehingga pengumuman hasil tes yang diikuti 28 calon perangkat desa tersebut harus direvisi. Revisi pengumuman hasil seleksi perangkat desa harus dilakukan kepada pihak ketiga selaku penyelenggara.

Untuk desa tersebut, pihak ketiga sebagai penyelenggara yaitu Universitas Dianuswantoro (Udinus) Semarang. ”Meski akhirnya direvisi, tapi hasil nilai tesnya sudah telanjur diumumkan terlebih dahulu. Adanya kesalahan ini, membuat kecewa dan berpengaruh pada psikologis calon perangkat desa yang semula ada di peringkat pertama,” ujarnya.

Menurut Badarudin, adanya kesalahan dalam mengumumkan hasil nilai tes calon perangkat desa tersebut semakin menunjukkan ketidaktelitian dan ketidakkeseriusan dari perguruan tinggi yang merupakan panitia seleksi.

”Sejak awal harusnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) menekankan kepada pihak ketiga penyelenggaran seleksi agar profesional,” katanya.

Keprofesionalitasan tersebut seperti melakukan pengecekan terhadap sumber daya manusia (SDM) dan perangkat pendukungnya. ”Sehingga tidak terjadi kesalahan. Sebab Dispermasdes yang mengarahkan penggunaan pihak ketiga, meskipun kerja samanya langsung dengan panitia desa,” ujarnya.

Selain itu, dari pantauan yang dilakukan dirinya, saat pelaksanaan seleksi para peserta juga terhambat akses internet yang lamban. Akibatnya, uji kompetensi praktik komputer saat materi pengiriman email menjadi terganggu dan cenderung banyak yang tidak terkirim. ”Ketika sampai batas akhir, ternyata email tidak terkirim. Hal itu tentu memengaruhi nilai,” ujarnya.

Dikatakannya lebih lanjut, pihak Udinus sudah mengeluarkan surat pernyataan atas kesalahan teknis tersebut. Surat yang tertanda tangan atas nama Prof Vincent Didiek Wiet Aryanto MBA PhD memberitahukan kesalahan teknis dalam menentukan peringkat ada kesalahan.

Sehingga keputusan hasil seleksi perlu diperbaiki. Atas kesalahan itu telah dilakukan perubahan penempatan perangkat yang sebelumnya tidak sesuai dengan nilai akhir yang tertinggi pada Minggu (30/4) dengan hasil penilaian tes tidak ada perubahan.

”Maka bersama ini, kami melakukan penyesuaian berdasarkan nilai tertinggi sebagaimana terlampir. Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Atas nama panitia memohon yang sebesar-besarnya,” ujar Vincent dalam surat pernyataan yang ditembuskan ke Kepala Dispermasdes dan Camat Suruh Kabupaten Semarang. (ewb/ida/ce1)