Hasil Seleksi Perangkat Desa Banyak Kesalahan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

UNGARAN – Pengumuman seleksi perangkat desa di Kabupaten Semarang diwarnai kesalahan. Karena itu, pengumuman harus kembali direvisi.

”Pengumuman tidak sesuai hasil nilai tes yang dilakukan pihak ketiga, yakni perguruan tinggi yang bekerja sama dengan panitia desa,” ujar anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Semarang, Badarudin, Senin (1/5) kemarin.

Seperti halnya di Desa Gunung Tumpeng Kecamatan Suruh. Kesalahan terjadi pada pengumuman peringkat hasil nilai seleksi. Diumumkan peringkat pertama atas nama Linda Nugrahani, tapi hasil nilai tes Linda Nugrahani di urutan kelima. Peringkat pertamanya atas nama Ezti Zakia Darojat.

Ia pun menyayangkan dengan kondisi tersebut. Sehingga pengumuman hasil tes yang diikuti 28 calon perangkat desa tersebut harus direvisi. Revisi pengumuman hasil seleksi perangkat desa harus dilakukan kepada pihak ketiga selaku penyelenggara.

Untuk desa tersebut, pihak ketiga sebagai penyelenggara yaitu Universitas Dianuswantoro (Udinus) Semarang. ”Meski akhirnya direvisi, tapi hasil nilai tesnya sudah telanjur diumumkan terlebih dahulu. Adanya kesalahan ini, membuat kecewa dan berpengaruh pada psikologis calon perangkat desa yang semula ada di peringkat pertama,” ujarnya.

Menurut Badarudin, adanya kesalahan dalam mengumumkan hasil nilai tes calon perangkat desa tersebut semakin menunjukkan ketidaktelitian dan ketidakkeseriusan dari perguruan tinggi yang merupakan panitia seleksi.

”Sejak awal harusnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) menekankan kepada pihak ketiga penyelenggaran seleksi agar profesional,” katanya.

Keprofesionalitasan tersebut seperti melakukan pengecekan terhadap sumber daya manusia (SDM) dan perangkat pendukungnya. ”Sehingga tidak terjadi kesalahan. Sebab Dispermasdes yang mengarahkan penggunaan pihak ketiga, meskipun kerja samanya langsung dengan panitia desa,” ujarnya.

Selain itu, dari pantauan yang dilakukan dirinya, saat pelaksanaan seleksi para peserta juga terhambat akses internet yang lamban. Akibatnya, uji kompetensi praktik komputer saat materi pengiriman email menjadi terganggu dan cenderung banyak yang tidak terkirim. ”Ketika sampai batas akhir, ternyata email tidak terkirim. Hal itu tentu memengaruhi nilai,” ujarnya.

Dikatakannya lebih lanjut, pihak Udinus sudah mengeluarkan surat pernyataan atas kesalahan teknis tersebut. Surat yang tertanda tangan atas nama Prof Vincent Didiek Wiet Aryanto MBA PhD memberitahukan kesalahan teknis dalam menentukan peringkat ada kesalahan.

Sehingga keputusan hasil seleksi perlu diperbaiki. Atas kesalahan itu telah dilakukan perubahan penempatan perangkat yang sebelumnya tidak sesuai dengan nilai akhir yang tertinggi pada Minggu (30/4) dengan hasil penilaian tes tidak ada perubahan.

”Maka bersama ini, kami melakukan penyesuaian berdasarkan nilai tertinggi sebagaimana terlampir. Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Atas nama panitia memohon yang sebesar-besarnya,” ujar Vincent dalam surat pernyataan yang ditembuskan ke Kepala Dispermasdes dan Camat Suruh Kabupaten Semarang. (ewb/ida/ce1)

- Advertisement -

3 KOMENTAR

  1. Seperti Ada kesenjangan…didalamnya…buat yg lain ini pelajaran Dan jgan sampai Ada diskriminasi penilaian ditempat lain…..Karena biasanya cenderung dimonopoli org salam.laku

    kan kejujuran Demi bangsa tolong perhatiannya.

  2. Di demak tgl 28 khususnya kec guntur hasil nya juga tida memuaskan. Banyak sekali geganjalan nilai. Seakan nilai di rekayasa sangat nyata. Yg di permasalahkan sekarang 1.yg tidak ikut ujian dapat nilai 40. Sedangkan yg ikut ujian dpt nilai 16. 2.namapeserta ada dua nama dgn nilai yg ber beda. Ini tlah mencoreng nama perguruan tinggi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -