DIOTOPSI : Jasad korban Dr Nanik Trimulyani Arifin, 72, langsung dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk diotopsi dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Puri Anjasmoro Kecamatan Semarang Barat, Sabtu malam (29/4) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIOTOPSI : Jasad korban Dr Nanik Trimulyani Arifin, 72, langsung dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk diotopsi dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Puri Anjasmoro Kecamatan Semarang Barat, Sabtu malam (29/4) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dokter rehabilitasi medik jantung yang menjadi korban perampokan disertai pembunuhan, dr Nanik Trimulyani Arifin, 72, akan dimakamkan Selasa (2/5) hari ini. Kemarin, jenazah pemilik rumah kos di Jalan Plampitan 58 Semarang Tengah ini masih disemayamkan di rumah duka Tiong Hoa Ie Wan Jalan Arteri Yos Soedarso, Semarang Barat.

Iya, jenazah Ibu Nanik masih berada di sana (rumah duka). Ini masih ada acara misa kebaktian,” ungkap Kepala Divisi Marketing dan Publik Relations Crisis Center RS Telogorejo, Octdy Hendrawan saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (1/5) kemarin.

Octdy menjelaskan, mantan dosen Fakultas Kedokteran Undip tersebut disemayamkan di rumah duka Tiong Hoa Ie Wan sejak Sabtu (29/4) sekitar pukul 23.00. Jenazah korban dibawa ke rumah duka, setelah dilakukan  pemeriksaan di RSUP dr Kariadi, Sabtu (29/4) sekitar pukul 18.00, atau setiba dari Banjarnegara tempat ditemukannya jenazah tersebut.

Ya, sejak dari pemeriksaan di RSUP dr Kariadi itu, malamnya terus dibawa ke rumah duka Tiong Hoa Ie Wan, disemayamkan di sana,” katanya.

Jenazah Nanik akan dibumikan di kompleks pemakaman Kedungmundu, Tembalang hari ini. ”Berangkat dari rumah duka sekitar pukul 08.30 untuk dikremasi di krematorium Kedungmundu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengaku telah mengamankan dua pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Yakni, Supardi, penjaga rumah kos korban, dan Ardian Rudy Putra. Ruudy turut ditangkap lantaran diduga membantu tersangka Suparman, 22, saat akan menjual mobil milik korban. Warga Wonosobo ini tak lain adalah saudara pelaku utama, Suparman, yang hingga kemarin masih dalam pengejaran. Suparman sendiri masih dalam pengejaran. ”Anggota masih terus mencari. Pelaku utama kalau bisa dihukum selama-lamanya,” tegasnya. (mha/aro/ce1)