Tepis Stigma Negatif, Gelar Kontes Sabung Ayam

1456
SERU : Beberapa ayam yang diperatarungkan dalam Kontes Ayam Laga Indonesia Best Champion di Kecamatan Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU : Beberapa ayam yang diperatarungkan dalam Kontes Ayam Laga Indonesia Best Champion di Kecamatan Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Ribuan pecinta ayam petarung dari seluruh wilayah Indonesia tumpah ruah dalam ajang Kontes Ayam Laga Indonesia Best Champion di Kecamatan Bandungan, Minggu (30/4) kemarin. Berbagai jenis ayam petarung ikut dalam kontes sambung ayam tersebut.

Ketua panitia kegiatan, Sutejo mengatakan selain sebagai ajang silaturahmi pecinta ayam petarung, kontes tersebut merupakan wujud para pecinta ayam dalam menepis anggapan miring bahwa adu ayam identik dengan perjudian. “Sebagai upaya untuk menunjukkan di masyarakat ada kelompok pecinta ayam memang betul hobi bukan judi,” ujar Sutejo.

Kontes ayam petarung tersebut merupakan kali keempat dilakukan dalam setiap tahunnya. Pada tahun ini, Kabupaten Semarang mendapatkan jatah untuk menggelar perhelatan akbar kejuaraan sabung ayam. Sistem pertandingan dalam kejuaraan tersebut juga sudah profesional. Mengadopsi sistem pertandingan tinju dan menggunakan penilaian juri sebagai patokan memilih sang juara.

“Sehingga banyak yang ikut di kontes ini. Sistem kejuaraan yang kami lakukan di kontes ini yaitu mengadopsi dari olahraga tinju. Yaitu jalu dibungkus, untuk rondenya dibatasi, juga kemenangan ayam berdasarkan penilaian juri,” katanya.

Hal itu berbeda dengan sistem yang digunakan dalam judi sabung ayam. Dimana kemenangan diperuntukkan untuk ayam yang mematikan lawannya dalam arena. Serta tidak berdasarkan penilaian juri.

Peserta dalam kejuaraan tersebut terbagi menjadi beberapa tim. Di antaranya, kategori tim mega bintang diikuti 16 tim. Dimana masing-masing tim mengikutkan 4 ayam petarung dalam laga itu. Selain itu juga ada tim bintang yang diikuti 8 tim. Dimana masing-masing tim mengeluarkan 3 ayam untuk diikutkan dalam laga. “Yang khusus perseorangan juga ada sebanyak 240 orang peserta dimana masing-masing membawa satu ayam untuk diikutkan dalam laga,” katanya.

saat ini, para pecinta ayam petarung sudah terwadahi dalam beberapa organisasi. Diantaranya Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (PPJI), Paguyuban Ayam Kontes Nasional (PAKN), dan Paguyuban Penggemar Ayam Indonesia (PPAI). (ewb)