33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Konsep Pernikahan Rustic, Riasan Cenderung Natural

Dari Wedding Exhibition 2017 di Atria Hotel Magelang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG–Wedding Exhibition 2017 Atria Hotel Magelang (AHM) yang berkolaborasi dengan Omah Kayu Wedding Organizer and Photography, diramaikan 24 peserta dari berbagai vendor pernikahan. Baik dari Magelang, Temanggung, Jogjakarta, dan sekitarnya. Masing-masing vendor menawarkan promo menarik bagi calon pengatin.

Acara bertajuk Beauty in White ini berlangsung sejak 28 April dan berakhir Minggu (30/4) kemarin. Seperti vendor asal Jogjakarta, Yogi’s Production, membuat paket pernikahan mulai di bawah Rp 100 per pax. Sebagai wedding planer, pihaknya juga membuka jasa konsultasi pernikahan. Pun, merekomendasikan dekorasi pernikahan yang sedang diminati, yakni vintage dan rustic.

“Konsep ini bisa dipakai di mana saja, baik di gedung maupun di luar ruangan,” kata owner Yogi’s Production Jogjakarta, Yogi Sugiarto, disela persiapan pameran pernikahan, kemarin, di salah satu ballroom AHM.

Yogi menjelaskan, konsep rustic menonjol pada properti yang terlihat belum sempurna atau tidak sampai ke sentuhan akhir. Namun, benda-benda yang digunakan, merupakan barang baru, tapi dibuat mendekati kesan lawas. “Kalau vintage lebih ke furnitur asli zaman dulu, seperti bokor, ceret (teko,Red) yang motifnya seperti loreng dan sebagainya.”

Menurutnya, konsep kembali ke alam tidak pernah hilang ditelan zaman. Sekalipun, zaman makin modern dan makin banyak pilihan dengan konsep-konsep baru. “Tapi konsep seperti itu, justru semakin dirindukan.”

Dari sisi pelaksaan pernikahan, ia mengamati bergeser ke gedung atau di ballroom hotel. Ia melihat banyak keunggulan ketika menghelat hari bahagia tidak di halaman rumah. Yakni, lokasi mudah di cari, keamanan parkir terjamin, dan lebih praktis. “Namun lebih unggul di hotel, karena higienitas makanan dan minuman terjamin. Dari sisi jumlah juga sesuai dengan pesanan.”

Terkait riasan pengantin yang sedang diminati adalah natural. Warna-warna eyeshadow yang sering dipakai seperti cokelat dan emas. Lalu, mengaplikasikan warna lipstik yang tidak terlalu terang ataupun mencolok. Misalnya: nude. “Meski natural, namun pada bagian mata tetap tajam,” kata Anton, seorang perias professional asal Jogjakarta.

Sementara busana pengantin yang sedang tren adalah kebaya gaun. Kebaya dimodifikasi dengan rok gaun. “Tapi ada juga pengantin yang senang memakai busana yang simpel dan tidak terlalu berat untuk jalan maupun berbaur dengan para tamu. Sementara warna-warna yang disukai seperti dusty pink, dan warna pastel lainnya.” ujar Yayan Arsa, owner Pivot Management, Magelang.

Tak ketinggalan soal souvenir. Fatur Souvenir kebanjiran pesanan mug dan dompet. Kata Fatur, dua jenis barang itu masih menjadi pilihan calon pengantin untuk memberikan kenang-kenangan kepada para tamunya. “Yang banyak di pesan biasanya yang bermanfaat untuk para tamu,” ujar Fatur. (puput/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Evaluasi Kinerja dan Songsong Program 2018

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan, memanfaatkan peringatan HUT ke-38 dengan evaluasi kinerja pengurus, serta paparan progam kerja tahun 2018. Ketua Umum...

Hotel Sapi

Cowboy hilang karena sapi. Sapi hilang karena kereta api. Cowboy dan sapi ketemu lagi: di dekat rel kereta api. Tidak jauh dari Dodge City....

Sudirman: Pemimpin Itu Pabrik, Bukan Gudang

SEMARANG-Pemimpin bisa diibaratkan seperti pabrik, bukan gudang. Pabrik menghasilkan sesuatu. Memberi nilai tambah pada benda dan barang.  Sementara gudang fungsinya hanya menyimpan, tidak mengubahnya. "Balok...

Kembangkan Abon Kedelai

Siti Utami, 55, warga Dukuh Maredan, Desa Balerejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, yang berhasil mengembangkan usaha ambon kedelai. Awalnya coba-coba, namun kini per bulan...

Tiap Bulan Setor ke Bunda Sitha

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang kembali menggelar sidang dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Wali Kota Tegal Nonaktof Siti Mashita...

Daniel di Balik Byton

Oleh: Dahlan Iskan Elon Musk sampai ditawari KTP green card Tiongkok. Setelah serius ingin bangun mega-pabrik mobil listrik. Di luar kota Shanghai itu.Yang menawari tidak...