UNGARAN – Anda yang akan mudik Lebaran ke arah Salatiga dan Solo, siap-siap untuk melewati jalan tol Bawen-Salatiga. Sebab, pada H-10 Lebaran, jalur tol tersebut akan difungsikan. Sejauh ini, progres proyek tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 km sudah mencapai 98 persen. Tinggal sekitar 1.000 meter yang belum rigid pavement. Jika cuaca terik dan tidak hujan, diperkirakan dalam kurun waktu satu minggu ke depan, sudah bisa diselesaikan.

Direktur Operasional Trans Marga Jateng (TMJ), Fauzi Abdurahman, mengatakan, pada H-10 Lebaran, tol Bawen–Salatiga sudah bisa difungsikan. Meski bertarif, namun hanya berlaku untuk yang dari Semarang dan bayar tolnya di exit tol Tingkir (Tingsit).

Fauzi mengakui, pengoperasian ruas tol ini akan berisiko rawan macet. Karena itu, pihaknya sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas. Apabila terjadi kemacetan hingga 2 kilometer di exit tol Tingkir, maka kendaraan berikutnya akan diarahkan langsung menuju exit tol Bawen. Apabila antrean kendaraan di exit tol Bawen mencapai 1 kilometer, maka kendaraan berikutnya akan dialihkan ke exit tol Ungaran.

”Di Salatiga, tarif tol dari Tembalang, pembayarannya di tol exit Salatiga. Panjang antrean berapa, kami sudah ada rekayasa lalu lintas. Jika macet di exit Tol Tingkir arus dialihkan ke Bawen. Dan jika, 1 kilometer macet di Bawen, arus dialihkan ke Ungaran,” bebernya.

Sementara itu, perbaikan infrastruktur jalur alternatif menjadi prioritas Pemkab Semarang dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Pasalnya, saat ini masih ada beberpa titik jalur alternatif yang kondisinya masih memprihatinkan. ”Perbaikan masih dilakukan oleh DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kabupaten Semarang,” kata Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, yang akrab di sapa Soni, Rabu (31/5).

Dijelaskan Soni, jalur alternatif tersebut antara lain Suruh-Karanggede-Tingkir Salatiga maupun sebaliknya. Lantaran jalur milik Pemkab Semarang tersebut hingga kini masih dilakukan perbaikan. ”Kondisi jalur alternatif tersebut paling parah jika dibandingkan dengan jalur alternatif yang lain,” ujarnya.

Selain perbaikan infrastruktur, penambahan lampu penerangan jalan di jalur alternatif juga akan dilakukan. Mengingat arus mudik berlangsung selama 24 jam penuh. Apabila tidak didukung dengan kondisi infrastruktur dan fasilitas yang memadai, dikhawatirkan mengganggu kenyamanan pemudik. ”Untuk jalur alternatif lain sudah bagus. Tuntang-Bringin juga sudah bagus. Banyubiru Salatiga yang juga akan digunakan sebagai alternatif akan kita periksa. Kemarin memang masih ada titik yang berlubang,” katanya.

Beberapa jalur alternatif lain yang sudah ditetapkan Pemkab Semarang, yakni Karanggede-Gemolong-Sragen, Tuntang–Karanglo–Salatiga atau bisa melalui Watu Agung. Di mana Tuntang untuk memecah kepadatan di jalur Blotongan Salatiga dari Bawen atau ke arah Solo.

Selain itu, kendaraan dari exit tol Bawen yang akan ke Jogjakarta juga bisa melalui Simpang Tiga Bulog Bawen menuju Ambarawa. Penggunaan jalur alternatif tersebut dipastikan akan digunakan. Mengingat pihak Trans Marga Jateng (TMJ) juga sudah memastikan jika tol Semarang–Solo akan fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Selain jalur alternatif di atas, Pemkab Semarang juga mempersiapkan jalan Sruwen–Karanggede yang menghubungkan Sragen. Meski jalur tersebut jarang digunakan lantaran jarak tempuhnya yang lumayan jauh. ”Dukungan pemkab, rencana pengamanan lebaran ini juga melalui APBD yang sudah teranggarkan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada beberapa dinas terkait untuk melakukan pengamanan. ”Seperti halnya Diskoperindag Kabupaten Semarang juga kita perintahkan untuk melakukan pengamanan pasar, supaya saat lebaran tidak beredar seperti daging sapi gelonggongan. Juga mengamankan ketersediaan barang dengan harga yang wajar tetapi layak konsumsi,” katanya.

Dikatakan Soni, Pemkab Semarang mengimbau beberapa perusahaan besar di Kabupaten Semarang ikut berpastisipasi mendirikan rest area di jalur utama.

Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso mengatakan akan didirikan 11 pos pengamanan jalur mudik serta 1 pos pengaduan. ”Di masing-masing pos ditempatkan personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Petugas Dinas Kesehatan, dan Satpol PP,” kata Thridy.

Sementara itu, beberapa titik rawan kemacetan menjadi perhatian utama. Seperti Chimory, exit tol Bawen, dan pertigaan Blotongan. ”Kami mengantisipasi. Persiapannya dengan rekayasa lalu lintas, koordinasi dengan Polres Salatiga dan TMJ terkait tol yang sudah berjalan yang sampai Tingkir Salatiga,” katanya. (ewb/ida/ce1)