Banjir Bandang Empat Tewas dan Dua Hilang

1743
MUSIBAH : Bencana banjir bandang di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang menewaskan empat orang dan dua lainnya masih dalam pencarian. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR SEMARANG )
MUSIBAH : Bencana banjir bandang di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang menewaskan empat orang dan dua lainnya masih dalam pencarian. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR SEMARANG )

MUNGKID-Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sepanjang Sabtu sore (29/4) kemarin, menyebabkan banjir bandang di Hulu Sungai Elo Kabupaten Magelang. Banjir menerjang permukiman warga di Dusun Nipis Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Tiga orang ditemukan meninggal dunia sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian.

Banjir yang disertai lumpur itu menerjang permukiman warga hingga menyebabkan empat orang tewas dan dua lainnya masih dalam pencarian. Korban meninggal yang sudah ditemukan di antaranya Sutar 50, Sumisah, 60, dan Murah, 30. Satu korban lain adalah Aryanti yang ditemukan di dalam reruntuhan rumah. Aryanti merupakan bidan setempat yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara korban luka berat bernama Marwan, 30 dan Nanda, 13. Semua korban merupakan warga Dusun Nipis Desa Sambungrejo. “Informasi di lapangan masih ada dua lagi yang belum diketemukan. Mari kita berdoa semoga mereka dalam kondisi baik,” kata Komandan SAR Grabag, Budi Rahartono.

Hingga kini proses evakuasi dan pencarian masih terus dilakukan. Kondisi lokasi kejadian tidak menguntungkan karena hujan dan sudah mulai gelap.

Tim yang diturunkan dalam proses evakuasi terdiri atas TNI Polri, Satgas Penanggulangan Bencana, SAR Kabupaten Magelang, Damkar, Dinkes, DPU dan relawan kemanusiaan.

Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah relawan banjir bermula dari hujan lebat yang terjadi di hulu Sungai Elo. Air kemudian meluap dan melewati tanggul sungai sekitar pukul 16.42. “Air masuk ke perkampungan tadi dengan cepat, arusnya deras sekali,” kata saksi mata bernama Slamet.

Luapan air menerjang apapun yang dilewatinya. Termasuk rumah-rumah warga. Beberapa warga yang sedang ada di sekitar lokasi hanyut terbawa arus banjir bandang tersebut.

Gema takbir bersahutan keluar dari mulut warga. Mereka tidak percaya bencana terjadi begitu cepat dan menerjang dusun mereka. “Allahu Akbar… Allahu Akbar…. Allahu Akbar…” katanya menirukan suara warga.

Kepala Basarnas Jateng Agus Haryono mengatakan sore ini satu Tim Siaga Basarnas Jateng telah diterjunkan ke lokasi kejadian yang nantinya akan bergabung dengan Tim SAR gabungan di lapangan. Dirinya juga berpesan agar tim tetap bekerja secara maksimal disamping tetap mengutamakan keselamatan. (vie/ida)