33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Tinggi, Kebutuhan SDM di Bidang Logistik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Kemampuan lulusan perguruan tinggi di bidang soft skill dianggap masih rendah. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri sebagai user untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan khusus.

Executive Director ASEAN AFFA, Iman Gandhi mengatakan kemampuan soft skill meliputi komunikasi, leadership, analysis, dan problem solving. Dia mencontohkan lulusan yang mengikuti pendidikan atau pelatihan ilmu logistik masih sangat kurang. ”Padahal kebutuhan industri di bidang ini cukup besar. Perlu kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri sehingga bisa memenuhi SDM yang dibutuhkan perusahaan,” katanya dalam seminar ”Menjawab Tantangan dan Peluang di Era Indonesia Darurat SDM Logistik Terampil”. Seminar tersebut digelar STIE Cendekia Karya Utama (CendekiaKu) di Hotel Horison, belum lama ini. Dia menambahkan, dibutuhkan SDM yang bisa mengantisipasi kebutuhan jasa pelayanan di masa depan. Juga memiliki eksposur regional dan global.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang dibawakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Whitono menyatakan apresiasinya terhadap seminar yang digelar.

Apalagi dalam upaya mencari cara untuk meningkatkan kualitas SDM. ”Jadi, kalau ada sinyalemen Indonesia sedang darurat SDM logistik, maka melalui seminar ini dapat dipikirkan dan dirumuskan agar SDM logistik bangsa makin ditingkatkan,” ujarnya.  Menurutnya, salah satu cara agar SDM logistik mampu bersaing dan berkualitas, yaitu dengan menerapkan sertifikasi yang berstandar nasional dan internasional.

Ketua Yayasan STIE CendekiaKu Moh. Dwi Kharis Rifai mengatakan pihaknya bertekad mewujudkan dan mendidik para mahasiswa agar dapat lulus sebagai generasi yang siap pakai. ”Bukan hanya berbekal Link and Match, tetapi Plug and Play,” katanya.

Pihaknya juga berharap adanya support dari instansi terkait seperti Kemenristek Dikti, Kemenko Perekonomian, Kemenhub dan Kopertis agar benar-benar dapat membantu mengatasi darurat SDM yang dimaksud.

Guna merealisasikan program tersebut, STIE CendekiaKu telah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta sektor logistik. Antara lain PT Kharisma Indah Lestari, PT Berkah Jaya Samudra, PT Sabdho Waskita Wijaya, PT Mahesa Bahari Internasional, PT Trigita Upaya Makmur dan PT Bahana Shipyard. (ric/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ketika Erika Ingin Wortel yang Pendek

oleh Dahlan Iskan ”Tidak takut nih naik Lion?,” tanya saya. Selasa pagi kemarin. Sehari setelah kejadian Lion jatuh di laut. Utara Karawang. ”Bismillah saja,” jawab Erika...

Kreatif Inovatif

RADARSEMARANG.COM - Dengan tangan terampilnya, Muhammad Alam Nur Whizzkid, warga Purwodinatan Kota Semarang, mampu mengubah limbah plastik menjadi beragam kerajinan tangan, mulai mobil-mobilan hingga...

Ketua PCM Candisari : Tugas Adalah Ibadah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Candisari Kota Semarang, melantik 4 Kepala Sekolah Muhammadiyah mulai tingkat SD, SMP hingga  SMK  periode  2018-2022,...

Dishub Bakal Tindak Tegas Pelanggar Parkir

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Dinas Perhubungan Kota Salatiga kebingungan dengan kembali maraknya motor yang diparkir di depan kampus UKSW. Lokasi tersebut yang merupakan halte dan...

Persiapan Jateng Fair

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah pekerja sedang mempersiapkan stand pameran Jateng Fair di kawasan Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP), Kota Semarang, Senin (13/8) kemarin. Gelaran ini...

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh penemuan yang brilian. DIAR CANDRA, Sidoarjo,...