SIAPKAN SDM: Ketua Yayasan STIE CendekiaKu Moh. Dwi Kharis Rifai saat memberikan paparan dalam seminar ”Menjawab Tantangan dan Peluang di Era Indonesia Darurat SDM Logistik Terampil”. (Istimewa)
SIAPKAN SDM: Ketua Yayasan STIE CendekiaKu Moh. Dwi Kharis Rifai saat memberikan paparan dalam seminar ”Menjawab Tantangan dan Peluang di Era Indonesia Darurat SDM Logistik Terampil”. (Istimewa)

SEMARANG – Kemampuan lulusan perguruan tinggi di bidang soft skill dianggap masih rendah. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri sebagai user untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan khusus.

Executive Director ASEAN AFFA, Iman Gandhi mengatakan kemampuan soft skill meliputi komunikasi, leadership, analysis, dan problem solving. Dia mencontohkan lulusan yang mengikuti pendidikan atau pelatihan ilmu logistik masih sangat kurang. ”Padahal kebutuhan industri di bidang ini cukup besar. Perlu kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri sehingga bisa memenuhi SDM yang dibutuhkan perusahaan,” katanya dalam seminar ”Menjawab Tantangan dan Peluang di Era Indonesia Darurat SDM Logistik Terampil”. Seminar tersebut digelar STIE Cendekia Karya Utama (CendekiaKu) di Hotel Horison, belum lama ini. Dia menambahkan, dibutuhkan SDM yang bisa mengantisipasi kebutuhan jasa pelayanan di masa depan. Juga memiliki eksposur regional dan global.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang dibawakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Whitono menyatakan apresiasinya terhadap seminar yang digelar.

Apalagi dalam upaya mencari cara untuk meningkatkan kualitas SDM. ”Jadi, kalau ada sinyalemen Indonesia sedang darurat SDM logistik, maka melalui seminar ini dapat dipikirkan dan dirumuskan agar SDM logistik bangsa makin ditingkatkan,” ujarnya.  Menurutnya, salah satu cara agar SDM logistik mampu bersaing dan berkualitas, yaitu dengan menerapkan sertifikasi yang berstandar nasional dan internasional.

Ketua Yayasan STIE CendekiaKu Moh. Dwi Kharis Rifai mengatakan pihaknya bertekad mewujudkan dan mendidik para mahasiswa agar dapat lulus sebagai generasi yang siap pakai. ”Bukan hanya berbekal Link and Match, tetapi Plug and Play,” katanya.

Pihaknya juga berharap adanya support dari instansi terkait seperti Kemenristek Dikti, Kemenko Perekonomian, Kemenhub dan Kopertis agar benar-benar dapat membantu mengatasi darurat SDM yang dimaksud.

Guna merealisasikan program tersebut, STIE CendekiaKu telah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta sektor logistik. Antara lain PT Kharisma Indah Lestari, PT Berkah Jaya Samudra, PT Sabdho Waskita Wijaya, PT Mahesa Bahari Internasional, PT Trigita Upaya Makmur dan PT Bahana Shipyard. (ric/zal/ce1)