Perempuan Bertank Top Dibuang Paksa dari Mobil

2585
SEMPAT PINGSAN: Korban Eka saat ditolong warga. (ISTIMEWA)
SEMPAT PINGSAN: Korban Eka saat ditolong warga. (ISTIMEWA)

DEMAK – Nasib malang dialami perempuan bernama Eka, 24. Warga Desa Trengguli, Wonosalam, Demak, ini  ”dibuang” keluar dari dalam mobil Avanza hingga tersungkur dan terluka. Dia ditemukan jatuh pingsan di tepi Jalan Lingkar Barat, Desa Jati Kulon, Jati, Kudus, kemarin. Korban kali pertama ditemukan Supar, 60, warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus.

Supar menerangkan, kejadiannya sekitar pukul 05.00. Awalnya, sebuah mobil Avanza yang datang dari arah timur ke barat tiba-tiba berhenti dan mengeluarkan tubuh perempuan. ”Begitu mobil berhenti, pintu dibuka, lalu perempuan itu dikeluarkan paksa. Dia (Eka, Red) tersungkur dan terluka di kaki sebelah kanan. Setelah itu, mobil Avanzanya langsung pergi,” ungkap pria yang sehari-hari menjadi tukang parkir ini.

Selanjutnya, perempuan yang mengenakan pakaian rok mini dan baju tank top itu berusaha berdiri dan berjalan ke arah timur sembari menangis. Namun baru berjalan sekitar 10 meter, dia jatuh pingsan tak sadarkan diri. ”Melihat itu, saya bersama dengan teman saya (Sukadi, Red) menghampiri dan menolongnya,” paparnya.

Dia pun membawa perempuan bertato kupu-kupu di bagian punggung itu ke tempat istirahatnya yang berada di dalam bengkel tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban pingsan selama dua menit, dan baru sadar setelah diberi minum air teh. Dari penampilannya, Supar menduga perempuan itu merupakan ”kupu-kupu malam.”

”Dia memakai rok mini dan baju seperti tank top warna biru. Setelah korban sadar, dia menggigil, tubuhnya kejang-kejang, lalu saya berikan sarung untuk selimut,” ungkapnya.

Salah seorang yang turut menolong korban, Sukadi, 47, mengatakan, dirinya juga turut membopong perempuan tersebut. ”Saya kasihan, mengatahui dia pingsan, lalu saya buatkan teh, dan memberikan obat tolak angin dan roti. Syukurlah, dia bisa sadarkan diri. Begitu sadar dia langsung menangis lagi,” ungkap pemilik warung ini.

Dia pun mencoba bertanya kepada perempuan itu, bagaimana dirinya bisa dikeluarkan paksa dari dalam mobil. ”Dia bilang (Eka), itu tamunya mamah, saya tidak kenal tapi disuruh mamah ikut. Terus saya sampai situ dilempar dari mobil. Saya dari kafe,” kata Sukadi menirukan pengakuan korban.

Meski begitu, dia tidak tega melihat kondisi perempuan tersebut. ”Saya lalu meminjam HP-nya, siapa tahu ada pihak keluarganya yang bisa dihubungi. Tapi dia bilang HP-nya tertinggal di dalam mobil tadi,” kata pria asal Dukuh Kencing, Desa Jati Kulon, Jati, Kudus ini.

Supar menambahkan, sekitar pukul 06.30, perempuan tersebut dipulangkan ke Desa Trengguli, Wonosalam, Demak. Ia dinaikkan motor oleh seorang karyawan Pura yang akrab dipanggil Jo. (ruq/jpg/aro/ce1)