DUET MAUT: Johan Yoga Utama dan Hari Nur Yulianto, saat PSIS mengalahkan Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bakti Purwodadi, Sabtu (22/4). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUET MAUT: Johan Yoga Utama dan Hari Nur Yulianto, saat PSIS mengalahkan Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bakti Purwodadi, Sabtu (22/4). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DUA kali berlaga, dua kali poin absolut diraih. Ya, PSIS mengawali kompetisi Liga 2/2017 dengan hasil positif. Setelah mempermalukan Persipur Purwodadi 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Krida Bakti Purwodadi, Sabtu (22/4), lawan kedua PSIS yakni Persipon Pontianak digasak 1-0 dalam laga di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis (27/4) malam.

Donasi 6 poin ini membuat PSIS “nyicil ayem”. Maklum, kompetisi bakal superketat. Babak penyisihan grup atau babak awal kompetisi Liga 2 menjadi pertaruhan tim-tim peserta kompetisi kasta kedua Tanah Air ini untuk memastikan langkah selanjutnya yang masih sangat panjang untuk mewujudkan mimpi promosi. Kemenangan tak boleh hanya di saat laga kandang, namun tiga poin tetap harus dibidik saat laga tandang.

“Yang penting, di awal kompetisi ini kita harus mengumpulkan poin dulu sebanyak mungkin. Kalau bisa dengan gol yang banyak pula, karena ini kompetisi. Jangan hanya berfikir kita harus menang di laga kandang, tapi pertandingan tandang juga harus dioptimalkan, jangan hanya merebut satu poin tapi tetap harus poin penuh,” tandas Setyo Agung Nugroho, direktur teknik PSIS.

Ya, raihan tiga poin tersebut membuat Johan Yoga Utama dkk mendapat modal yang berharga untuk menyongsong pertandingan berikutnya di Grup 4. Namun Agung mengingatkan, permainan PSIS di dua pertandingan awal belum begitu meyakinkan. Dilihat dari skor di dua laga tersebut, meski menang namun skor terpaut tipis. 2-1 dan 1-0.

Dua gol Mahesa Jenar saat mengalahkan Persipur dicetak oleh Haudi Abdillah di menit ke 6 dan Johan Yoga (65’), sedangkan gol balasan tuan rumah dicetak melalui penalti M Fathkul Manan (53’). Sementara PSIS nyaris ditahan imbang Persipon di Jatidiri, sebelum pemain senior M Ridwan menjadi pahlawan kemenangan PSIS melalui gol tendangan bebasnya yang akurat di menit ke 83.

Karena itu Agung meminta baik pelatih maupun pemain tidak terlena. Banyak hal dari sisi teknis yang harus dibenahi dan dievaluasi. “Ingat, masih banyak lawan di Grup 4 yang mungkin lebih tangguh dari Persipur atau Persipon. Mungkin kita belum begitu teruji saat melawan Persipur maupun Persipon, jadi kita harus tetap fokus. Masih ada tim-tim bagus yang akan kita hadapi seperti Sragen FC, Persis Solo atau PSIR Rembang,” tegasnya.

Sragen United, lawan berikut PSIS sudah menunggu. Performa tim yang diakuisisi dari Laga FC ini cukup meyakinkan. Tim polesan pelatih papan atas Jaya Hartono ini mampu menjungkalkan tuan rumah Persipon di Stadion  Sultan Syarif Abdurahman, Minggu (23/4) lalu 2-1. Hari ini, Minggu (30/4) jajaran pelatih PSIS berencana akan “mengintip” kekuatan Sragen United yang akan bertanding melawan Persis Solo di Stadion Taruna, Sragen. (smu)