BENDUNGAN MELINTANG : Pembangunan bendungan melintang sudah mencapai 40 persen, diperkirakan pada pertengahan Juni atau sebelum Lebaran sudah selesai. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENDUNGAN MELINTANG : Pembangunan bendungan melintang sudah mencapai 40 persen, diperkirakan pada pertengahan Juni atau sebelum Lebaran sudah selesai. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Harapan warga empat desa korban banjir rob untuk menikmati perayaan hari raya Idul Fitri atau Lebaran tahun 2017 ini tanpa genangan banjir rob, akan menjadi kenyataan. Mereka adalah warga Desa Mulyorejo, Jeruksari, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Setelah Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memastikan bahwa bangunan tanggul melintang raksasa dengan ukuran panjang 820 meter dan tinggi 3 meter dari permukaan air serta lebar 7 meter akan selesai pembangunannya pertengahan Juni mendatang atau sebelum Lebaran.

“Sudah lebih dari 10 tahun, warga empat desa di Kecamatan Tirto, mengalami banjir rob. Dan sudah 10 kali hari raya Idul Fitri, warga merayakan di tengah banjir rob. Sunggu sangat kasihan jika pada tahun ini, warga masih merayakan Lebaran dalam kondisi banjir rob,” kata Bupati Asip, seusai melihat pembangunan darurat tanggul melintang, di Desa Mulyorejo, Jumat (28/4) kemarin.

Menurutnya, Pemkab Pekalongan akan memantau terus pembangunan bendungan melintang di Desa Mulyorejo, agar pembangunan tanggap bencana banjir rob tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek pembangunan bendungan melintang, di Desa Mulyorejo, Edi Prabowo, mengatakan bahwa pembangunan bendungan melintang akan selesai dalam waktu 90 hari kerja, terhitung sejak dimulainya pemasangan bambu trucuk pertama yang dilanjutkan dengan pengurugan tanah untuk membuat pondasi. Saat ini, prosesnya sudah sebulan berjalan.

“Hingga kini, pembangunan bendungan melintang sudah 40 persen, sesuai instruksi Bupati Asip. Sudah dilakukan pemasangan trucuk bambu dan terpal. Bahkan, penggurugan sudah dilakukan sesuai rencana dengan panjang lebih dari 200 meter. Pembangunan bendungan melintang akan selesai pada pertengahan Juni atau sembilan puluh hari kerja per bulan april,” kata Edy.

Edy juga menegaskan bahwa pembangunan bendungan melintang merupakan proyek tanggap darurat yang anggarannya diambilkan dari anggaran tak terduga. Sehingga pembangunannya tidak dilakukan secara sempurna atau dengan cor beton sesuai keinginan masyarakat.

Namun, dengan bendungan melintang raksasa tersebut, air yang menggenangi empat desa, yakni Desa Mulyorejo, Jeruksari, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, akan disedot dengan pompa air raksasa, kemudian air disalurkan ke Sungai Sengkarang.

“Sehingga air banjir rob yang ada di Desa Mulyorejo, Jeruksari, Tegaldowo dan Karangjompo, akan berkurang. Bahkan lahan tambak yang ada akan kering dan kembali menjadi sawah,” tegas Edy Prabowo. (thd/ida)