BARANG BUKTI: Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho, saat mengecek barang bukti sepeda motor curian yang disita. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho, saat mengecek barang bukti sepeda motor curian yang disita. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Mranggen, Demak pantas disebut sebagai ’gudangnya’ pencuri motor. Sudah berkali-kali ditangkap, masih ada saja ’generasi baru’ pencuri motor dari wilayah ini. Kali ini, dua orang dibekuk dan dua lainnya buron lantaran terlibat puluhan aksi pencurian motor. Bahkan dalam waktu 2 bulan, jaringan curanmor kelompok Mranggen ini berhasil menggasak 33 motor.

Dua tersangka yang berhasil ditangkap adalah Abdul Jalil alias Jalil, 32, warga Kebonbatur, Mranggen, dan Agung Mukorobin, 25, warga Karangan Banyumeneng, Mranggen. Jalil dan Agung diringkus aparat Polsek Tembalang, Selasa (25/4) sekitar pukul 19.00.  Keduanya ditangkap setelah melakukan aksi pencurian di sebuah rumah di Jalan Sadewa, kawasan kampus Udinus, Kelurahan Pindrikan Lor, Semarang Tengah, Jumat (21/4) sekitar pukul 19.30.

Dalam aksinya, kedua tersangka berhasil menggasak sepeda motor Honda Scoopy bernopol H 6417 APE 2016 warna cokelat krem milik RW, warga Jalan Almunasihun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Riau yang kos di rumah tersebut. Modus pencurian yang dilakukan tersangka menggunakan kunci palsu atau leter T.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho, menjelaskan, sebelum beraksi, tersangka Jalil dan Agung terlebih dahulu berkeliling mengendarai motor berboncengan untuk mencari sasaran. Setelah mendapat target, keduanya berbagi tugas. Tersangka Agung tetap berada di atas motor sambil mengawasi situasi. Sedangkan Jalil berperan sebagai pemetik atau yang mengeksekusi.

”Setelah kontak dibandrek dengan kunci palsu (leter T), mesin motor dinyalakan, dan langsung dibawa kabur. Sasaran pencurian kelompok ini adalah kawasan kampus dan kos-kosan mahasiswa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang Jumat (28/4).

Dia mengatakan, dari penangkapan kedua tersangka tersebut, pihaknya langsung melakukan pengembangan, dan berhasil menemukan barang bukti 33 motor yang diduga hasil kejahatan komplotan ini. Kedua tersangka juga mengaku melakukan aksi kejahatan bersama dua tersangka lain yang masih buron. Karena saat mencuri menggunakan kunci T, sehingga banyak barang bukti motor yang diamankan mengalami kerusakan pada lubang kunci.

”Dari hasil kegiatan pengungkapan, berhasil diamankan 33 unit sepeda motor dari berbagai jenis, baik kendaraan matic maupun sport. Pengakuan mereka sudah dua bulan terakhir ini. Dua tersangka yang masih buron domisilinya juga Mranggen Demak,” jelasnya.

Dikatakan, puluhan sepeda motor tersebut merupakan barang bukti hasil curian dari beberapa tempat di wilayah Kota Semarang. Barang bukti tersebut disita dari tangan penadah di Desa Ronggomulyo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Tersangka menjual motor curian itu di wilayah pinggiran Kota Rembang dengan kisaran harga Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per unit.

Dijelaskan Setijo, motor curian itu dijual ke masyarakat dengan cara para tersangka menyusupkan motor curian tersebut seolah-olah hasil penyitaan oleh perusahaan leasing dari pemilik motor yang menunggak angsuran kredit. Namun faktanya motor tersebut hasil kejahatan pencurian sepeda motor yang ada di wilayah Kota Semarang.

”Mereka istilahnya tidak memperjualbelikan, namun meneruskan kredit atau mengganti gadai daripada disita leasing. Setelah memberikan barang dan menerima uang, mereka (pelaku) menjanjikan akan memberikan surat-suratnya. Namun faktanya sampai sekarang belum memberikan surat-suratnya,” jelasnya.

Kini, kedua tersangka ditahan di Mapolsek Tembalang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akan dijerat pasal 363 ayat 1 ke-3, 4 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara. ”Saat ini, kami masih mengejar dua tersangka lainnya yang sudah teridentifikasi, dan masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Menanggapi dugaan adanya oknum petugas yang terlibat dalam jaringan curanmor ini, Setijo mengungkapkan belum menemukan. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut. ”Belum (ada indikasi), tapi akan kami kembangkan ke sana. Memang semuanya serba mungkin. Namun yang pastinya akan kami kembangkan manakala ada perusahaan leasing yang terlibat. Sementara ini dari pengakuan kedua tersangka tak melibatkan satu atau dua perusahaan leasing,” tegasnya.

Setijo meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tidak membeli kendaraan dengan iming-iming harga murah. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk bisa mendatangi Mapolrestabes Semarang mengambil motor miliknya. ”Bisa diurus ke Satreskrim Polrestabes Semarang dengan membawa barang bukti surat-surat atau dokumen kendaraan,” katanya.