EVAKUASI MAYAT : Petugas kepolisian dan warga mengevakuasi karung berisi mayat berjenis kelamin perempuan diduga korban pembunuhan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI MAYAT : Petugas kepolisian dan warga mengevakuasi karung berisi mayat berjenis kelamin perempuan diduga korban pembunuhan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Warga Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin dikejutkan dengan penemuan karung putih berisi mayat di Sungai Wulan. Diduga, jasad perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut korban pembunuhan. Karung berisi mayat ini ditemukan warga didekat sandaran perahu nelayan.

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan bahwa kejadian bermula ketika seorang nelayan bernama Hasyim, 32, warga Desa Bungo RT 5 RW 8, Kecamatan Wedung dan Subandi, 54, warga RT 3 RW 7 hendak memperbaiki perahu mereka yang ditambatkan di tepi sungai tersebut. Ketika itu, banyak anak yang sedang bermain di pinggir sungai. Anak-anak kecil yang bermain itu menarik karung putih yang tersangkut didekat perahu nelayan. Namun, setelah didekati, ternyata karung menyebarkan bau tidak sedap. Setelah dibuka ternyata ada sesosok mayat perempuan yang diperkirakan berusia 17 tahun. Kejadian itu langsung ditangani Polsek Wedung. “Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga untuk otopsi,” jelasnya.

Korban memiliki ciri ciri, kulit sawo matang, rambut hitam lurus panjang sebahu, tinggi sekitar 155 sentimeter, perawakan badan sedang, mengenakan motif lurik warna ungu terong, BH warna putih, dan tali BH warna merah. Korban juga masih mengenakan celana warna biru putih motif kotak kotak, SD warna krem, sarung putih hitam motif kotak, serta jilbab hitam. Polisi juga mengamankan 2 buah batu di dalam karung, jilbab yang dikenakan untuk menjerat korban, lipstik, dan karung warna putih untuk membungkus korban. “Saat ditemukan, celana pendek dan celana dalam sudah dipisahkan dibungkus dengan kantong plastik,” katanya.

Menurutnya, dari hasil sementara pihak dokter dan kepolisian, dimungkinkan korban sebelum tewas dianiaya dulu. Sebab, ada tanda bekas penganiayaan berupa jeratan di leher yang masih menempel. Selain itu, pelipis kanan memar, dubur dan anus mengeluarkan darah, dan lidah menjulur keluar. “Kemungkinan setelah meninggal, baru dimasukkan dalam karung dan diberi beban 2 buah batu dengan maksud agar karung berisi tubuh korban ini bisa tenggelam di sungai,” jelasnya. Untuk mengetahui kepastian penyebab kematian korban ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi Dokkes Polda Jateng. (hib/ida)