Siksa Bagi Mayat yang Tidak Dikubur

4367

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Seringkali saya mendengar pernyataan dari para tetangga jika ada orang yang meninggal bertepatan hari Jumat, kebanyakan mereka mengeluarkan statemen bahwa si mayit adalah orang yang beruntung. Apakah benar bahwa si mayit aman dari siksa kubur? Kemudian berkaitan dengan siksa, saya ingin meminta penjelasan mengenai orang yang matinya tidak di kubur. Apakah orang yang meninggal tidak dikubur tidak mendapatkan siksa?

Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Eka Fitriana, di Tembalang 087834457xxx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Eka Fitriana di Tembalang yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Sangatlah beruntung apabila kita jauh dari azab kubur dan dekat dengan nikmat kubur. Imam Abdus as-Salam al-Laqoni menjelaskan, di antara nikmat kubur adalah diluaskan tempat kuburnya, diberikan lentera di pusaranya, dibukakan jendela surga yang masuk ke pintu kuburnya, kuburnya semerbak bau harum, kuburnya dijadikan taman surga.

Berbeda dengan azab kubur, dalam kitab al-Mu’taqadat karya Syaikh Abu al-Mu’in al-Nasafi al-Hanafi diterangkan, kalangan Ahli Sunnah wal Jamaah berpendapat bahwa azab kubur itu memang benar adanya.

Ketika menghadapi kondisi ini, orang mukmin terbagi atas dua kondisi, apabila dia adalah mukmin yang taat, maka dia tidak akan memperoleh siksa dan tetap mendapat impitan kubur dan kengeriannya. Jika seorang mukmin itu bermaksiat, maka dia akan memperoleh siksa dan tetap mendapat impitan kubur. Tetapi perlu diketahui, bahwa siksa kubur tersebut akan terhenti sampai hari dan malam Jumuah, lalu siksaan itu tidak terulang kembali sampai hari kiamat. Dan jika ia mati pada hari atau malam Jumuah maka ia mendapat siksaan itu sesaat dan impitan kubur, lalu siksaan itu terhenti.

Mengenai siksa kubur, sebenarnya kata ini merupakan istilah yang memandang umumnya orang meninggal itu dikuburkan. Sebab setiap mayit yang dikehendaki disiksa oleh Allah SWT, pasti akan mendapatkan siksa. Semua orang kafir dan juga orang mukmin yang durhaka pasti mendapat siksa kubur. Baik ia dikuburkan atau tidak, disalib, dimakan binatang, ditenggelamkan di lautan atau dibakar sehingga menjadi debu yang terbang. Semua tetap mendapatkan siksa sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah SWT.

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Wallahu a’lam bishshowab. (*/zal/ce1)