BUDAYA BACA: Dua anak mengakses komputer di ruang anak Perpustakaan Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BUDAYA BACA: Dua anak mengakses komputer di ruang anak Perpustakaan Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang ancang-ancang membuat perpustakaan digital. Kendati biaya untuk merealisasikannya cukup mahal, namun inovasi tersebut perlu dilakukan guna meningkatkan minat baca masyarakat.

“Biayanya memang tinggi, minimal sekitar Rp 200 jutaan,” kata Kabid Penyelenggaraan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang di sela Sosialisasi Kajian Minat Baca Masyarakat Kota Magelang di Gedung Kyai Sepanjang, Kamis (27/4).

Konsep dari perpustakaan digital, masyarakat menggunakan perangkat digital untuk mengakses koleksi perpustakaan. Sebab, koleksi-koleksi yang disediakan telah berbentuk buku elektronik. Meski demikian, koleksi buku cetak tetap akan ditambah.

“Akan ada aplikasinya juga. Dan kami lihat, banyak sekali pengunjung perpustakaan yang senang mengakses informasi atau membaca-baca sesuatu dengan gawai, karena di sini ada fasilitas wifi.”

Kepala Disperpusip Kota Magelang Sri Rohmiati membenarkan pentingnya perpustakaan digital di era modern seperti ini. Selain untuk mengikuti perkembangan teknologi, juga menjawab kebutuhan masyarakat. Keinginan ini, akan diusulkan di anggaran perubahan 2017. “Karena saat ini terjadi pergeseran perilaku membaca buku teks ke informasi digital melalui internet, maupun media sosial,” ungkapnya. (put/ton)