KIRAB BUDAYA : Salah satu peserta pawai dari Kecamatan Limpung yang turut dalam Kirab Budaya dalam HUT Batang ke-51 yang membawa grup Tong Pres dari Desa Wonokerso. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
KIRAB BUDAYA : Salah satu peserta pawai dari Kecamatan Limpung yang turut dalam Kirab Budaya dalam HUT Batang ke-51 yang membawa grup Tong Pres dari Desa Wonokerso. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Ribuan warga di Kabupaten Batang tumpek blek di sekitaran pusat Kota Batang. Dalam rangka Kirab Budaya memperingati Hari Jadi Kabupaten Batang ke-51 (Kamis 27/4) kemarin. Kirab tahun ini, walaupun tidak ada undangan istimewa seperti tahun sebelumnya, tetap berlangsung meriah. Karena diikuti sekitar 100 rombongan peserta dari dari 15 kecamatan, instansi pemerintah, sekolah, UPTD Kecamatan, BUMD hingga instansi swasta di Kabupaten Batang.

Kirab budaya yang mengambil rute dari lapangan Dracik, Jalan Gajah Mada, Jalan Brigjen Katamso, menuju panggung kehormatan di Alun-Alun Batang dan finish di Jalan A Yani, dimeriahkan delapan kereta kencana. Yang ditumpangi oleh Pj Bupati Batang Siswo Laksono beserta Istri, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Wihaji dan Suyono, Sekda Batang Nasikin, Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, Pimpinan DPRD Kabupaten Batang dan Forkopimda lainnya.

Pj Bupati Batang Siswo Laksono mengatakan bahwa Kirab Budaya ini bertujuan memberikan hiburan yang sehat, edukatif dan bernilai kultural.

“Kemasan yang bagus dengan kearifan lokalnya, bisa menjadi daya tarik masyarakat luar untuk berkunjung ke Kabupaten Batang,” ucapnya.

Salah satu peserta kirab, Camat Limpung Windows Suradji mengatakan bahwa dalam kesempatan ini sebagai warga Batang yang baik, ingin turut nguri-nguri (menjaga) budaya asli Batang. “Untuk memeriahkan kirab ini, kami membawa sekaligus dua grup kesenian Tong Prek dari Desa Wonokerso,” ujarnya.

Ditambahkan Kades Sukorejo Kecamatan Limpung yang turut hadir, bahwa sebenarnya persiapan mereka dadakan, namun karena penuh semangat, jadinya tetap meriah. “Semua kades se-Limpung turut serta, kami mengenakan pakaian batik mBatangan, agar lestari,” ucapnya walaupun berkeringat.

Seperti diduga sebelumnya, walaupun belum sampai finish yang tentukan, yaitu di Jalan Dr Wahidin, hampir semua peserta sudah mengakhiri pawai di Jalan A Yani atau masih 1 kilometer menjelang Finish. (han/sct/ida)