SIDAK OPERASI : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, ketika memantau operasi pasar gas elpiji ukuran 3 kilogram, di Terminal Bus Kajen dan Kecamatan Kedungwuni. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK OPERASI : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, ketika memantau operasi pasar gas elpiji ukuran 3 kilogram, di Terminal Bus Kajen dan Kecamatan Kedungwuni. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Operasi pasar 560 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, yang digelar Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan, yang digelar di Kecamatan Kedungwuni, habis dalam 15 menit. Elpiji tersebut dibeli warga dengan harga Rp 15.500.

Ratusan warga yang sebelumnya ikut antre dengan membawa uang dan KTP, sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram, banyak yang kecewa. Pasalnya, sebagian warga tidak hanya membeli satu tabung gas, namun rata-rata lebih dari 3 hingga 5 tabung gas elpiji.

Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, Kamis (27/4) kemarin, memantau langsung operasi pasar tabung gas elpiji. Menurutnya, operasi pasar tabung gas 3 kilogram digelar dalam rangka menyukseskan program pemerintah agar tepat sasaran.

Menurutnya berdasarkan informasi yang diperolehnya, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kelangkaan elpiji akhir-akhir ini. Salah satunya, adanya efisiensi dan permintaan dari luar daerah akan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Pekalongan.

“Sebetulnya tidak ada kelangkaan, jika tepat sasaran dan tidak ada permintaan dari daerah lain. Karena sudah ada rayonisasi masing-masing, dan gas elpiji 3 kilogram dikhususkan pemerintah, bagi warga tidak mampu. Jadi saya di sini memantau agar distribusinya tepat sasaran,” ungkap Arini.

Wakil Bupati Arini juga mengatakan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengimbau agar warga mampu yakni yang memiliki penghasilan di atas Rp 1,5 juta per bulan agar menggunakan elpiji pink ukuran 5 kilogram. Sedang agen dan pangkalan menjual sesuai ketetapan dengan harga standart dan pengiriman sesuai dengan jumlah ketentuan.

Menurutnya, agar tidak terjadi kelangkaan, warga yang mampu harus mau beralih ke gas ukuran 5 kilogram dan tidak mengambil hak warga yang tidak mampu. Karena jika peruntukan gas elpiji 3 kilogram digunakan warga yang mampu, jadinya kerap terjadi kelangkaan karena tingginya permintaan.

“Tadi saya melihat sejumlah warga, ada yang menukarkan tabung gasnya untuk beralih ke bright gas. Saya sangat apresiasi. Hal itu menunjukkan warga yang mandiri. Saya juga mengimbau agar pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan bright gas,” kata Arini.

Sementara itu, Koordinator Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan, Muhamad Asrofi mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram, hingga kebutuhan gas elpiji tersebut kembali stabil.

Menurutnya, operasi gas elpiji ukuran 3 kilogram, sudah diadakan sejak Sabtu (22/4) lalu. Bahkan setiap kali menggelar operasi pasar gas epiji, ada lima titik dengan jumlah tabung sebanyak 560 tabung gas ukuran 3 kilogram. “Sesuai informasi dan koordinasi dengan Pertamina, pada Mei mendatang hingga Lebaran, pasokan elpiji aman karena ada penambahan sekitar 5 persen dibanding biasanya. Untuk warga yang ingin beralih ke bright gas pun, kami sediakan. Ke depan pasokan dipastikan aman,” tegas Asrofi. (thd/ida)